Tampilkan postingan dengan label catatan harian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan harian. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Maret 2015

INGATAN KEPADA ADIK

Tidak ada komentar:
Selamat sore dik, bagaimana kabarmu. Lama sudah saya tidak berkomunikasi denganmu. Sebagai seorang kakak mestinya saya rajin mengabarimu dan menanyakan bagaimana kabar keluarga serta kerabat di desa. Meski dirimu bukan adik kandungku, rasa sayangku kepadamu cukup besar. Rasa sayang yang tumbuh tampa meminta imbalan, cukup ditukar dengan kata baik-baik saja dari orang-orang jauh disana.

Rasa sayang ini sepertinya juga dimiliki setiap orang tua kepada anaknya. Ibarat pepatah yang tertulis dibuku yang saya beli waktu bazar di SD disana tertulis “kasih sepanjang masa”.

Terlambat Kuliah

Tidak ada komentar:
Ini bukanlah mimpi atau cerita fiksi. Ketika bangun pagi mendadak geragapan setelah melihat jam telah pukul delapan pagi. Masalahnya adalah kuliah saya pagi ini dimulai pukul setengah delapan. Sial, bukan. Jauh-jauh hari waktu pertama kali masuk tidak pernah sekalipun terlintas dalam pikiran tercatat bangun kesiangan seperti sekarang. Getir, kecewa kepada diri sendiri, dan berupaya selalu tenang adalah buah ekspresi kelalaianku pagi ini.

Petunjuk

Tidak ada komentar:
Waktu itu masih libur panjang semester. Saya dirumah menghabiskan waktu dengan kegiatan-kegiatan kurang bermanfaat. Menonton televisi, ke kebun, membaca, membuka jejaring sosial dan beberapa aktivitas lain. Semua rutinitas berputar terus-menerus, dijalani, dilaksanakan bukan atas dasar keinginan. Alasanya lebih kepada tuntutan kehidupan telah berbicara demikian. Walau keberuntungan diberikan Tuhan kepadaku lebih dari cukup.

 Ekstrim sekali ketika kita melihat bagaimana jalan kehidupan ini terbentuk. Kendati demikian, ini merupakan selembar fakta dituliskan Tuhan. Untunglah diantara bermilyar-milyar manusia ada segelintir orang yang peduli kepada sesamanya. Mereka rela bersusah payah memperjuangkan hidup orang lain agar apa yang telah tertoreh dalam sejarah kelam tidak terulang.

Jumat, 06 Maret 2015

LUCU

Tidak ada komentar:
Lebih dari sekedar cukup untuk memikirkan apakah saya termasuk orang lucu atau bukan? Jawaban diperoleh masih sama, tidak. Terkadang disaat sendirian seperti sekarang persoalan seperti ini terpikirkan. Sebab di mata saya orang yang bisa lucu dan melucu merupakan senjata paling ampuh untuk memobilisasi keakraban. Jadi setiap tahapan alur percakapan tidak lagi monoton, serius ketika diselingi candaan.

Lucu atau melucu dilakukan orang paling umum lewat cara-cara mempermalukan pihak lain atau diri mereka sendiri. Seperti apa kata paman waktu lebaran sebelum saya masuk SMK,” pelawak itu secara tidak langsung sedang menumpuk dosa tampa mereka sadar”. Sebab dari cerita lucu yang disuguhkan kepada publik sebagian besar berpotensi mengandung hinaan, pembodohan, ejekan, olok-olok dsb.
Dari kiri pembaca Ilham Hiyadatullan dan Dafir Fallah

Penuturan singkat Paman ketika lebaran seolah rasanya begitu melekat. Maka dari itulah tanpa banyak bertanya pembenaran dosa kelucuan itu terjadi. Sampai sekarangpun pandangan demikian seakan semakin benar dan dibenarkan oleh lingkungan. Contoh, ketika melihat gelagat mas Nofianto Puji Imawan menghibur teman-teman disaat berkumpul bersama. Dengan enteng tanpa beban apapun, siapapun bisa mendadak dijadikan objek kelucuan.

Kamis, 05 Maret 2015

EVALUASI

Tidak ada komentar:
18 hari sudah saya sejak pertama kali menginjakkan kaki di tanah Madura. Awal yang baru dan menuntut untuk perubahan pembaharuan pikiran, ilmu, serta pengetahuan lebih segar. Kala itu, sebelum berangkat dari rumah niat dan restu kepada kedua orang tua mengiringi. Ucapkan kata terindah terlantun sambil menundukkan kepala. Seraya berfokus menghubungkan diri dengan kekuatan langit semesta alam, sugesti tersebut diresapkan kedalam tubuh sebagai energi baru. ini cerita, tetapi sialnya saya bukanlah seorang pencerita baik.
liburan menjelang semester 4. Bukit diatas rumah, ditengah ladang petanian

Cerita memang berkaitan erat dengan masalah selera. Namun hari ini waktu luang saya untuk kembali mengevaluasi apa-apa saja tengah dilakukan selama disini. Untuk memulai merumuskan pertanyaan pertama saja terasa cukup canggung. Padahal saya berbicara tentang diri sendiri, bukan orang lain. Mungkin ini pulalah yang dialami oleh orang lain saat ingin bertelanjang diri mengorek-orek apa saja telah dilakukan di masa silam. Sangat masuk akal pula bahwa realita berita dikabarkan media massa akan tragedi menimpa para pemangku kekuasaan. Mereka kelabakan, berdalih, dan balik menuding, mengancam ketika disangkutkan pada persoalan hukum oleh perseorangan maupun lawan politik atas adanya sebuah perilaku diluar kewajaran.

Rabu, 04 Maret 2015

BUDAYA DAN BER-AKIK

Tidak ada komentar:
Siapa kira kalau kita ditakdirkan menjadi sebuah makhuk bernama manusia. Tiada pilihan, ataupun sempat memilih dan dipilihkan. Seringkali atas ketidakmampuan menjelaskan bagaimana identifikasi berasal maka terciptaklah kesepakatan bernama takdir, agama, maupun kepercayaan lain.

Apakah ini karena semata kita adalah makhuk satu-satunya spesies dimuka bumi yang mampu menciptakan tanda? Sangat mungkin bagi saya sebagai bagian dari manusia mengatakan bisa jadi. Buktinya manusia telah menciptakan tanda bagi dirinya, makhluk lain, alam, bahkan mengenalkan realitas ke-Tuhanan kepada yang lain.

Wajar bila kaum posititivis memberikan pandangan atau asumsi, terhadap manusia dan materi alam lainya bahwa manusia senatiasa manusia bergerak secara deterministik-mekanis. Hasil pergerakan puluhan tahun proses evolusi manusia tersebut telah menurunkan jutaan informasi kepada keturunya sampai tercipta sebuah kebudayaan dan pengetahuan seperti sekarang. Laboratorium menjelaskan keadaan ini adalah sejarah, meski dengan kepincangan maupun multiversi.

Selasa, 03 Maret 2015

NILAI

Tidak ada komentar:
Bagiku untuk hari ini mungkin nilai adalah sesuatu yang amat penting. Hanya saja penting pada artian tidak sampai memasuki garis zona degradasi. Fungsi nilai bukan lagi sebatas tanda grade kapabilitas seseorang juga berguna untuk garis pengaman lancaranya berproses sampai akhir. Jadi, apabila ada seseorang memiliki nilai bagus memiliki kemungkinan bahwa apa yang ia peroleh bukan menggambarkan keadaan sebenarnya.

Semester kemarin saya timbul perasaan tersentil setelah menyaksikan apa yang alah satu teman kuliah alami. Dia orangnya aktif memang, banyak bicara, dan selalu mengkomunikasikan hal-hal remeh-temeh kepada dosen, tidak menutup kemungkinan juga menyangkut masalah pribadi. Naluri gelitik karena ada perbandingan tidak sesuai. Waktu itu apa yang saya lakukan dengan meremehkan pengetahuan dimiliki akan suatu mata kuliah bida jadi saya berdosa. Biarlah, toh faktanya ketika ditanya dan berbicara aplikasi, konsep terkanding di mata kuliah tersebut sangat kurang memuasakan. Tiba-tiba saja mengapa ketika pengumuman hasil ujian semester IPKnya sempurna. Cerita semacam ini hampir menyelimuti diseluruh institusi pendidikan tanah air.

Minggu, 01 Maret 2015

Mengapa Aku Kembali?

Tidak ada komentar:
Aku kira dulu semuanya mudah, gampang, tanpa ada banyak hambatan untuk menjalankan asumsiku mengenai kemalasan. Ya, satu dua hari setelah menulis demikian ambisi tersebut sangat besar meluap-luap seakan ingin cepat mencapai kesempurnaan.

Lain waktu cerita berubah. Andai saja saya terlanjur menyampaikan asumsi tadi kepada orang lain alangkah kecewa bagi mereka. Ya, sekarang tinggal kata ”kamu tidak perlu melakukan apa yang telah saya lakukan, tapi lakukan dari apa yang pernah tersampaikan lewat kata.”

Rabu, 07 Januari 2015

LORONG-LORONG KAMPUS

Tidak ada komentar:
Liburan akhir semester telah menyebabkan kampus menjadi senyap. Hanya tampak beberapa cleaning servis membersihkan lorong-lorong tampak kosong. Kemegahan bangunan cangkan dari lorong-lorong dan ruang kelas yang menjadi simbol peradaban keilmuan hilang. Tiada lagi ditemukan banyak fungsi darinya apabila kampus ditinggal oleh mahasiswa. Bangunan menjulang tinggi bernilai puluhan milyar hasil subsidi rakyat akhirnya sebatas simbolisasi semata. Simbol sekaligus penanda kalau dikampus tersebut pernah dijadikan tempat mencari ilmu ribuan orang pada bulan tertentu.

LEBIH CEPAT PULANG

Tidak ada komentar:
Mejelang liburan merupakan rasa kebahagian tersendiri. Apalagi bisa dibilang sangat jarang sekali pulang menengok kampung halaman. Dikampung halaman ada orang tua manusia paling dicintai, saudara-saudara baik hati, serta tetangga sekitar sangat ramah.Inilah berbagai alasan mengapa ada rindu dihati serta keinginan untuk melepasnya.

Kenikmatan akan kedaan dikampung halaman seringkali melupakan posisi saya sebagai pelajar dibiayai oleh negara. Uang yang telah saya terima dan gunakan setiap bulan berasal dari perasan pajak. Kampus tempat mengais ilmu juga dibangun atas kepercayaan dengan harapan besar rakyat kepada negara. Kepercayaan akan perbaikan Indonesia lebih baik.

Selasa, 06 Januari 2015

SERIBU JALAN

Tidak ada komentar:
Sinergi hati dan pikiran jalanya tidak sekuat pancaran sinar surya di tengah hari. Hati yang seharusnya membawa kedamaian jiwa menjadi bisu. Sedikitpun sinyal-sinyal itu tidak terpancang di aliran darah. Pacuan darah oleh denyut-denyut nadi menimbulkan kehambaran karsa bertindak menyulam kenangan dunia untuk masa lalu.

Pikiran berada tidak pada garis keinginan harapan-harapan masa lalu, malah melanglang buana entah kemana. Disini menanggung derita malu, dan sesal sulit terhapus. Disana ibarat jurang pedih dari pelarian dosa-dosa. Naluri untuk pulang menghirup dinginya hembusan udara segar menambah kesesakan masalah disini.

DIBODOHKAN OLEH BERITA

Tidak ada komentar:
Seberapa sering kita melihat, membaca, dan mendengar sebuah berita. Entah itu dari orang lain atau media, apakah kita benar-benar meyakini akan hal tersebut atau sekedar menganggap sebagai angin berlalu saja. saya harap kita seperti yang terakhir. Berita memang tidaklah salah, hanya saja juga tidak sepenuhnya benar.

Jurnalis sebagai pencari dan pengemas berita sampai ditampilkan ke tangan publik memiliki banyak sekali keterbatasan. Pertama adalah keterbatasan waktu untuk mencari berita yang dibatasi dengan deadline. ( Sebelumnya perlu saya garis bawahi berita saya maksud adalah kasus). Tekanan deadline telah membatasi kemampuan para pencari berita untuk mengkonfirmasi maksimal seluruh kalangan terkait. Istilahnya cover both site.

Senin, 05 Januari 2015

BUNGKUS YANG BEDA

Tidak ada komentar:
Hampir setiap malam menjelang tidur setiap kali ada kesempatan saya menonton acara-acara tv berbau mistis. Sebut saja acara itu ditayangkan pada stasiun televisi milik konglomerat Cairul Tanjung. Alur cerita yang disajikan dalam acara tersebut sebenarnya sama dari satu episode ke episode lain.

Jumat, 02 Januari 2015

Doa Adalah Keinginan, Dan Keinginan Adalah Doa

Tidak ada komentar:
Perkataan “tiada kata seindah doa,” sangat akrab terdengar di telinga. Sampai-sampai terasa tiada yang spesial baik dari segi maksud, arti, maupun filosofisnya. Kehambaran itu juga banyak terjadi pada puluhan kata bijak lain. Memutar kembali untuk mempertanyakan apa sesungguhnya berbagai makna dari kata bijak tersebut? Apa benar hanya menjadi kata manis para pujangga semata yang bernasih seperti nyanyian marginal?

Kamis, 01 Januari 2015

Jangan Baca Buku

Tidak ada komentar:
Untuk semua orang yang merasa mencintai buku, mulai sekarang letakkanlah bukumu sejenak. Buang saja bukumu itu apabila tidak berperan sebagaimana mestinya. Bukankah buku seharusnya menjadi jendela dunia bukan mengalihkan dunia, memperkosa, atau mengatur pikiran kita.

Ketika dihadapan mata berhamburan tulisan yang berisi susunan kata. Kemudian membentuk berbagai kalimat dan masuk ke otak untuk dipercayai sebagai pengetahuan karena orang lain tidak tahu dan disepakati sebagai prestasi. Apakah dengan itu sudah menjadikan dirimu seakan-akan makhluk terhebat? Lalu, merasa bahwa pikiranmu cukup pintar, untuk mengerti akan banyak hal dibanding manusia lain.

Senin, 20 Oktober 2014

kita

7 komentar:

Masih ingatkah bagaimana dahulu kita bertemu dan saling mengenal? Asing, dan sekedar tahu nama, mungkin itulah gambaran perasaan yang aku alami waktu itu. Aku tidak begitu peduli dengan kalian, atau siapa-siapa tentang kamu. Sejauh kenangan tersimpan dalam memori, para tetua dulu selalu berulang kali menanamkan “kalau kita adalah saudara, dan tempat berpulang karena disini rumah kalian.” Kata itu awalnya aku anggap sebatas ucapan tidak lebih dari kata-kata biasa. Tidak heran apabila kebersamaan-kebersamaan yang kita lalui sebatas formalitas terasa hambar. Sebab kita bertemu kalau ada perlu, ada yang dibutuhkan apalagi kalau bukan memerah ilmu dari Sang Guru . kalau ada kebersamaan yang lain, itu kita lewati bersama karena tuntutan bagian penyelesaian tugas-tugas dari para tetua.

Sabtu, 18 Oktober 2014

SAKIT HATI

Tidak ada komentar:
Semestinya keadaan ini tidak perlu terjadi. Tapi bagaimana lagi, semua telah berlalu tanpa menyisakan sebuah kesempatan. Sejarah, mungkin satu sandaran penyesalan untuk dihujat, dicaci, dan disesali. Tetapi anak SDpun tahu hal itu adalah sikap paling bodoh, konyol, dan keputusasaan pada harapan. Ketidakmampuan dan ketidakperdayaan, selamanya hanya berputar-putar disatu titik. Sedikit sisa keinginan untuk merubah terasa sangat lemah. Luapan protes tidak dapat dibendung sehingga tercurah pada tulisan-tulisan buruk semacam ini. Biarlah, orang memaknai ini sebagai apa, asal saya merasa ringan, atas tersalurkan semua beban yang ada dipikiran. Itulah gambaran saat ini sedang terbesit dalam pikiran saya.

Jumat, 03 Oktober 2014

Keluh dari Rusuhnya Hati

1 komentar:
Ia, hari ini adalah hari kamis. Pada jadwal pelajaran tertempel dibinder kuliah tertulis ada kuliah pukul setengah delapan pagi. Binder aku masukkan kembali ke dalam tas yang tidak pernah rapi. Karena sesak dengan barang-barang dan sudah usang, terlihat dari warnanya telah memudar dimakan waktu.

Sedikit kurang menarik untuk mengikuti perkuliahan hari ini. Dan Jam phonsel menunjukkan angka setengah delapan pagi. Keterlambatan ini mengusik kesantaian, mengingat pentingnya formalitas presesesnsi dan pengetahuan baru. Kegusaran saya rasakan tersebut tidak timbul berlebih, sebab teringat bahwa kebiasaan sang dosen pengampu mata kuliah ini sering terlambat. Kalau sedang terlambat tidak tanggung-tanggung bahkan bisa sampai satu jam. Sangat berbeda dengan kontrak-kontrak kuliah diawal yang hanya 15 menit.

Permasalahan keterlambatan tidak pernah sekalipun mengundang persolan. Mahasiswa senang bersantai tanpa tugas berfikir, sedang dosen biasanya mempunyai kesibukan lain lebih padat. Sudah selayaknya bagi saya untuk setia menunggui sampai datang keterangan bahwa ada halangan tidak hadir. Kemudian kita baru bubar meninggalkan kampus setelah ada kepastian.

kekosongan waktu biasa dimanfaatkan mengobrol sesama mahasiswa. Isinya mencangkup persoalan ruang lingkup pendidikan, sampai masalah sosial kaum proletar. Tidak akan ada habisnya selama pokok perbincangan seperti itu, selama berkumpul pasti ada mulut terbuka memulai perbincangan.

Sabtu, 27 September 2014

Pendidikan Yang Berkiblat pada market

Tidak ada komentar:
Variasi jurusan (program studi) kuliah pada Perguruan Tinggi seluruh Indonesia saat ini mencapai 63 bidang keilmuan. Sebuah opsi penawaran yang luas bagi para calon mahasiswa untuk memilih menyalurkan bakat, minat, maupun cita-citanya. Tetapi tahukah anda, bahwa penambahan berbagai program studi tersebut dilatarbelakangi oleh pemenuhan kebutuhan market. Bisa dibilang, adanya sebuah jurusan baru sangat kecil relevansinya terhadap apa menjadi kebutuhan masyarakat.

Kamis, 25 September 2014

Pilihan antara hati dan perasaan

Tidak ada komentar:


Hanyut bersama aliran air. Semua tidak tahu kapan dan dimana kelak akan bermuara. Senyum disuguhkan memancarkan sebuah aura sosok bidadari. Cantik ditampakkan tidak lain muncul dari balik raut wajah yang bulat cabi.