Empat bulan
sudah menjalani masa-masa awal balajar di Madura. Semua seperti belum banyak
berubah hanya rambut saja terlihat semakin bertambah gondrong. Dari rumah niatnya belajar supaya mengerti apa
yang diajarkan oleh para dosen atau guru-guru. Entah mengapa mencapai kata
ngerti saja masih jauh, dibuktikan ketika mengerjakan UAS (ujian akhir semester)
banyak yang belum mampu menyelesaikan soal-soalnya.
Belajar
di SM (spirit mahasiswa) juga begitu, berharap akan bertambah mengerti tentang
sisi lain ilmu di luar kampus. tetapi sekarang
rasanya semakin aneh. Bagaimana tidak
saya belajar tetapi tampa bisa mempelajari apa substansi pembelajaranya. Waktu UAS
malah seperti liburan panjang dinanti karena alasan lepas dari tuntutan
penugasan SM.
Perilaku
yang hedonis yang ditentang relitasnya nol seperti mejilat ludah sendiri. Ketika
melakukan diskusi ramai-ramai menentang segala mancam paradigma yang dianggap
tidak baik karena tidak sesuai dengan budaya sendiri.” Dasar primordial
kaku,kolot, dan pengku, mental regional” hati kecil berbisik lirih. akibatnya bisa jadi proses belajar kemarin adalah hanya
cermin, cermin dari kaca besar terbuat dari permata indah. Tidak hayal jika
yang ditampilkan kemarin hanya perilaku kontradiktif. Walaupun wacana idealisme
lebih pintar dari senior selalu menjadi
pemancing kepercayaan diri. Mungkin juga karena perilaku yang ditampilkan hanya
bayangan makanya tidak sempat berkaca, kalau semua kualitas, nilai, kontruksi
ada harga atau imbalan yang harus dibayar.
Inilah suara
saya mengungkapkan kamu benar, salah, tidak,
tampa memahami mengapa bisa demikian. Menjelang malam tahun baru ini rasanya ada
penyesalan “Tuhan apakah hidupku ini hanya ilusi dalam kebohongan semata?.”
Pengecut
lunglai atau Harimau berwarna pink oleh sinar kebohongan ini sekarang mencoba merangkai dan menata
kembali serpihan-serpihan dari sisa semangat pergolakan kemarin. Sekarang berharap
semua kembali, dan kembali lagi bersama kejelasan sayup mimpi cinta darinya. Paling
tidak jangan sampai ”gajah di blangkoni, iso kojah ora iso nglakoni” serta optimis jika auman sekarang terpendam
punya gaung jauh lebih keras lagi.

hahaha... :D
BalasHapushehehe
BalasHapusapik tha blogku saiki?