Tampilkan postingan dengan label resume buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resume buku. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Mei 2015

Tajuk-Tajuk Mochtar Lubis Di Harian Indonesia Raya Seri 1

Tidak ada komentar:
Judul                  : Tajuk-Tajuk Mochtar Lubis Di Harian Indonesia Raya Seri 1 : Politik Dalam Negeri Dan  Masalah Nasional
Penerbit             : Yayasan Obor Indonesia
Jumlah hal          :439+xx
Cetakan             : Pertama

Seorang pewarta meski tidak bersentuhan langsung dengan permasalahan, pada dasarnya mengerti bagaimana sebuah akar masalah ada. Meliput berita itu ibatat membaca, jadi pengetahuan akan informasi dimiliki seorang pewarta juga bagian penting untuk menemukan solusi. Sebab datangnya informasi seorang pewarta melalui berbagai sumber sesuai kaidah jurnalistik.

Disinilah seorang jurnalis dituntut untuk mengetuk hati nurani demi sebuah tanggung jawab. Keberpihakan berdasarkan sudut pandang dirinya akan sangat menentukan sekali opini publik. Meski setiap pilihan tersebut pasti melukai, merugikan, mencoreng, pihak-pihak tertentu.

Muchtar Lubis menjadi salah satu bagian dari mereka. Beliau berkesempatan menjadi pewarta dipercaya pada rezim orde baru. Dia banyak menuliskan suara-suara sumbang bermuatan kritik terhadap ketidakadilan, ketidakberesan birokrasi pemerintahan. Begitu menarik, karena Muchtar Lubis jika ada persoalan langsung menyemprot nama tokoh bersangkutan.

Sabtu, 16 Mei 2015

Senyum Karyamin

Tidak ada komentar:
Judul         : Senyum Karyamin
Pengarang : Ahmad Tohari
Penerbit    : PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan    : 9
Jml hal       : 88 hal

Kehidupan desa, selalu saja lebih menarik dari sekedar sebuah cerita. Di desa, yang sering diidentikkan dengan orang kecil, ekonomi lemah, maupun kemiskinan, realitanya memiliki kehidupan sosial lebih harmonis. Kedekatanya dengan alam bisa merasakan langsung suara-suara kicauan burung penuh kedamaian. Semua terdengar bersama hembusan angin untuk disampaikan kepada jiwa-jiwa mampu melihatnya

Minggu, 29 Maret 2015

Mengintip Culture Studies

Tidak ada komentar:
Judul           : Seri Mengenal dan Memahami Cultural Studies 
Pengarang   : Ziauddin Sardar Borin Van Loon
Penerbit       : Scientific Press Jumlah
Halaman      : 172

Semua diawali dengan sebuah tatanan budaya. Bukan memperkenalkan budaya itu apa, melainkan bagaimana. Pertanyaan ini nenuntun kita kembali merunut kepada sebuah pendefinisian budaya. Walau begitu, tetap saja sesuatu bukan eksak tidak bisa dibatasi dengan dikatakan A atau B. Faktanya setiap orang bisa memberikan penjelasan tersendiri. Karena sebuah gelar atau derajat tertentu pemberian makna yang dianggap mencapai kesepakatan hanya ada pada segelintir orang.

Rabu, 07 Januari 2015

MIDAH SI MANIS BERGIGI EMAS

Tidak ada komentar:
Memaknai roman kecil setebal 132 halaman ini lebih kepada fakta pembalikan dunia. Dunia yang dibalik oleh kehidupan manusia beserta peraturan, norma, dan adat istiadat cipataanya sendiri. Haji Abdul seorang Konglomerat berasal dari desa Cibatok dihadapkan pada kemiskinan atas keputusan masa lampau. Tokoh utama Midah gadis dengan segala kemapanan memilih ketidakpastian hidup. ketidaktahuan orang lain akan catatan kelamnya oleh sebagian orang dijadikan Idola. Seperti itulah kalau saya menggambarkan sinopsis cerita dari roman karya Pramoedya Anantatoer. Ingin Lebih lengkap beli bukunya dan baca sendiri.

Sorotan pertama ingin saya tuliskan setelah membaca roman ini pada kebebasan. Pram melukiskan kebebasan merupakan daya tarik luar biasa bagi orang-orang selama ini hidupnya terkekang. Kebebasan seolah-olah mejanjikan segala hal terhadap kepuasan hati didunia. Nyatanya tipuan belaka, begitu benar-benar memasuki dunia kebebasan keadaannya lebih kejam dari pada kehidupan mengekang selama ini.

Senin, 20 Oktober 2014

Nyanyi Sunyi Seorang Bisu 1

Tidak ada komentar:
Catatan harian bisa jadi sebuah goresan sejarah yang kemudian hari bisa untuk dinikmati dengan bentuk lain. Itulah kesan saya peroleh setelah membaca buku ini. Tergugah rasanya untuk menulis kembali catatan harian, paling tidak sebagai dokumentasi pribadi. Walau saya sadar tentu hasilnya tidak dapat dibandingkan dengan Pram.

Memang dunia terasa acuh terhadap kehidupan kita seolah berbicara  "peduli apa terhadap orang-orang sepertiku. kalau pada dasarnya tidak mengenal, mengerti dan dekat secara emosional maupun fisik. jawaban tungal dari semua cukup kesendirian yang ditemani lelapnya malam adalah sahabat paling bisa dimengerti. meski begitu, aku tidak ingin selemah itu, mungkin anda juga berpikir sama. Oleh karena itu berangkat dari pergulatan tersebut sebaiknya kita memulai menulis. 

Senin, 15 September 2014

Harimau-Harimau

Tidak ada komentar:
Karya : muchtar lubis

Jumlah mereka adalah tujuh orang. Semuanya kini berprofesi sebagai pencari damar. Letaknya masuk pelosok jauh kedalam hutan. Karena jarak tempuh jauh dan memakan waktu beberapa hari, membentuklah ikatan kelompok diantara mereka. Pemimpin kelompok tersebut bernama wak Katok, kenapa dia yang diangkat menjadi pemimpin? karena tidak lain dialah orang yang paling disegani serta multi talenta.

Sepanjang perjalanan

Jumat, 05 September 2014

Teologi pembebasan

Tidak ada komentar:
Apakah itu egoisme terlalu besar dimiliki manusia, atau sebuah bukti lebih majunya peradaban dengan bangsa lain tetap saja terjadi antara pihak yang tersubordinasi dan yang tertindas. Sebuah kejayaan dan kejayaan suatu bangsa tidak lain dari hasil menghisap pihak lain yang lemah. Kemuliaan manusia didasarkan pada kemampuan penguasaan atas benda, harta, atau manusia lainya. Semakin tinggi suatu kedudukan maka semakin besar pula kemampuan menguasai tatanan sosial.

Kapitalisme, menjadi tiang penyangga bertahanya suatu negara. Individualisme adalah bagian dari ruh melanggengkan sistem tengah berlangsung. Ketimpangan sosial tidak dapat dihindarkan lagi, proporsi jumlah antara rakyat miskin dan kaya tidak sebanding. Para kaum borjuis memiliki kekuatan pada modal untuk memaksa para pekerja bergerak seperti robot. Dilain pihak kekuatan rakyat abangan pada jumlah.

Jalan tak ada ujung

Tidak ada komentar:
Berlatarkan pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia menjadi alur utama dari cerita “jalan tak ada ujung” . Guru Isa, merupakan tokoh utama dalam cerita. Dimana guru Isa pada waktu pergerakan bangsa menuju kemerdekaan telah menyeret kehidupanya dalam dilema yang cukup pelik. Semua menjadi berbanding 360 derajat, ketenangan dan kedamaian hidup dirasanya ketika masa penjajahan tidak dirasakan lagi. Posisinya sebagai akademisi diminta untuk pertanggungjawabanya membantu kelancaran pemberontak penjajah. Panggilan ibu pertiwi ternyata menyeretnya pada keadaan – keadaan diluar dugaan, sehingga sepanjang waktu ketakutan menjadi kabut hitam yang selalu menyelubungi hari – harinya. Uraian diatas adalah sinopsis menurut versiku.

Senin, 02 Juni 2014

Aku dan Jejak langkah

Tidak ada komentar:
Mengapa....? 
oh, mengapa....? 
 uhuks... sepertinya itulah gambaran ekspresi protes mewakili ketika selesai membaca. Sebagai pembaca yang larut kedalam alunan cerita, diriku merasa sangat sedih, dan sedih sekali dengan nasib Minke. Kesedihan itu datang apakah karena posisiku sebagai pembaca yang seolah – olah mengenal betul semua lini kepribadian dari tokoh utama? Semua hanya spekulasi duga dan sangka atas ratapan telah berlalu. Ujungnya gambaran dalam cerita – cerita lain yang berakhir dengan kesenangan membuatku mempertanyakan kembali. Bukankah akhir realitas itu selalu menyedihkan? Contohkan saja seperti sosok Diyan, Katin, dan Riris. Sekarang, atau nanti mereka sangat mungkin untuk menjadi orang berhasil dalam karir dunia, tetapi semuanya akan berakhir sama yaitu kematian. Lalu semua cerita tentangnya berakhir kematian, terus dikubur dan membusuk menjadi makanan kelabang, atau cacing. Hii, menyeramkan bukan. 

Senin, 26 Mei 2014

Cinta Silver

2 komentar:
Seteguk kehidupan dikatakan manis oleh sebagian orang karena cinta. Sebagian lainya tidak begitu meprioritaskan karena ada yang lebih penting. Buaian kehangatan asmara dan konflik kepentingan kehidupan teramkum dalam balutan cerita novel“cinta silver”. Ketika mulai membaca buku ini akan begitu mudah membayangkan dan mengikuti semua alur ceritanya. Sepanjang membaca akan terus berfikir untuk menebak bagaiamana akhir ceritanya. Sebelum sampai akhir cerita dibawa oleh lika – liku keindahan cerita dalam imajinasi, diikuti terpaan rasa penasaran tentunya. 

Pers di Masa Orde Baru

Tidak ada komentar:
Jas merah, jangan engkau melupakan sejarah. Kalimat diawal adalah penggambaran umum tentang apa yang disampaikan buku ini. Sejarah telah terukir dalam masa lalunya menyimpan sebuah kenangan dan saksi. Jika ada pembohongan atas apa telah terjadi adalah bagian dari sifat ketamakan manusia. Untung sebuah celah – celah lain semakin lama semakin banyak sehingga membawa cerita baru untuk mengisyaratkan pada pendekatan kebenaran. 

Kebenaran sejarah akan terungkap jika ada catatan otentik, sumber pelaku dijamanya, maupun sumber kedua sebagai saksi terjadinya peristiwa. Semuanya berkat kebebasan berbicara, tetapi kebebasan berbicara sendiri pada masa orde baru dianggap sebagai suatu pemicu masalah situasi keamanan, dan stabilitas nasional. Sebuah rezim dengan kekuatan militernya telah melangsungkan sistem itu berpuluh – puluh tahun. Imbalan untuk para pelanggar adalah beredel yang siap mencabut SIUUP.

Senin, 05 Mei 2014

Tan Malaka Dan Gerakan Kiri Minangkabau

Tidak ada komentar:
Sebuah buku referensi yang menyajikan sisi perjuangan tokoh gerakan kiri Tan Malaka. Sejarah dulu sempat akan menghapuskan namanya oleh rezim kekuasaan orde baru karena dianggap bertentangan ideologi. Zulhasir Nasir adalah pengarang buku ini. Diterbitkan penerbit Ombak Yogyakarta tahun 2007 dengan sejumlah 223 halaman. Buku ini masih cukup segar atau tidak begitu lampau jika dijadikan referensi apalagi meninjau tahun terbitnya. 

Pembahasan dalam buku tidak jauh dari judul yang menceritakan bagaimana perjalanan awal seorang Tan Malaka sampai akhir hayatnya. Sifat ulasanya tidak begitu mendetail kesannya lebih mirip dengan sebuah karya ilmiah. Sangat wajar bila penulis lebih banyak mengutip dari berbagai sumber
terbitan buku – buku terdahulu. karena secara teknik sangat terbatas catatan sejarah dari tokoh utama. Bahkan sampai tidak pernah saya sekolah dari SD diajar peran seorang Tan Malaka maupun track recordnya.

Menjadi semakin menarik dari buku ini karena adanya sebuah kegamangan dan banyak persepsi berkembang dari Tan Malaka. Kemudian oleh pengarang dikaitkan dengan bagaimana sistem kekiri – kirian dipakai sistem sosial di tanah asal Tan Malaka sampai kemudian dihancurkan

Membongkar Kuasa Media

1 komentar:
Tebalnya 178 halaman dengan ukuran 14 x 21 cm. Diterbitkan pada tahun 2008 silam dan merupakan buku cetakan pertama. Dikarang oleh Ziauddin Sardar dan ilustratornya Borin Van Loon diterjemahkan Dina Septi Utami. Resist book hanya sebagai penerbit saja, selanjutnya didistributornya CV. Langit Aksara. Itulah sekilas tentang deskripsi umum buku berjudul “membongkar kuasa media.” 

Sebenarnya kurang begitu tepat jika saya sebutkan ini sebuah buku tulen, karena secara isi dikemas dalam model komik. Banyak ditampilkan ilustrasi – ilustrasi dari pemaparan dan penjelasan isi. Tampilan ekspresi ilustrasinya terkadang ada yang lucu, membuat berfikir tentang korelasinya, dan membingungkan apa maksud sebenarnya. Dari segi isi konten sangat serius memaparkan, dan mengupas seperti apa dunia permediaan itu. Kesan lain pembacaan animasi sebagian kurang begitu menarik sehingga tidak memerhatikan semua secara detail. Ambisi paling terasa ketika membaca buku ini adalah ingin cepat – cepat menyelesaikan dan menulis resensinya. 

 Ibarat minum air putih saja jika membaca satu kali. Sebagian besar tidak akan ingat secara jelas apa yang dipaparkan. Mungkin karena konsep isi buku memang didesain lebih kepada contoh - contoh praktis dan tidak berceritera. Boleh dikatakan tak ubahnya membaca sebuah modul tutorial. Pikiran ketika membaca seolah terasa dibolak – balikkan dari apa pengetahuan yang selama ini telah didapat.

 Penilaian terhadap buku ini sangatlah bagus. Alasanya adalah ketika membaca kita tahu dan bisa langsung terbukti, dan ketika kita tidak membacanya akan lupa. Hahaha, pokoknya yang penting membaca saja, jika tidak mengerti ataupun tidak paham sama sekali setidaknya kita pernah tahu tentang hal itu

Minggu, 27 April 2014

Chairul Tanjung Si Anak Singkong

Tidak ada komentar:
Buku tentang kisah perjalanan liku-liku kehidupan sosok konglomerat Indonesia yang namanya akhir-akhir ini mulai populer. Meski ini yang saya baca bukan buku aslinya tetap saya ingin menyampaikan resensi buku berharga dua puluh ribu itu. Penyusun buku adalah Tjahya Gunawan Diredja yang saat ini masih aktif sebagai berstatus wartawan kompas. Penerbit dari buku berhalaman total 390 dengan lebar 15 cm x 23 cm adalah Kompas Media Nusantara. Cover depan dipampang foto Chairul Tanjung, kemudian bagian belakang ditampilkan berbagai tanggapan-tanggapan dari berbagai tokoh nasional dan bissnismen sebagai pemerkuat bahwa buku ini sangat sarat akan pelajaran-palajaran dari sosok Chairul Tanjung.

Kompas sebagai media nasional yang sudah terkenal dan diakui sebagai media papan atas nasional tentu tidak sembarang penulis bisa diterbitkanya. Anggapan bahwa ini karena berkaitan tokoh yang diitulis mempunyai uang banyak seakan tidak menjadi persoalan ketika membaca aluran ceritanya. Bahasanya ringan dan mudah dipahami oleh siapa saja, hampir mirip sebuah sastra. Sebuah tampilan sangat berbeda dari buku-buku biografi umumnya yang struktur bahasanya terkesan kaku atau monoton ketika dibaca. Nilai-nilai kehidupan dan beberapa sikap maupun perilaku – perilaku tokoh dapat dipakai sebagai contoh dan sangat banyak membuka pengetahuan baru bagi saya sendiri. Jika semua anak-anak indonesia dan para orangtua membaca buku ini mungkin cita-cita untuk menjadi seorang pegawai negeri dan pekerja bisa berkurang. Setidaknya jiwa mereka lebih sadar bahwa membangun negeri, menjadi orang kaya, menjadi boss itu bukan melalui jalan politik saja. Tidak pernah sedikitpun saya menyesal telah membaca buku ini, karena secara tidak langsung saya bisa memiliki persepsi lain tentang kehidupan dari sudut pandang pengusaha. 

Delapan kali buku ini dicetak ulang sepanjang tahun 2012. Entah buku kw ini masih terdaftar pada salah satu yang disebutkan atau tidak sebab bukan asli. Terlepas dari masalah buku masalah teknis buku kw yang tulisanya ada yang kabur, gambarnya tidak jelas dan masalah-masalah-masalah lain terdapat sebuah celah lain. Sisi penceritaan kehidupan Chairul Tanjung yang diceritakan sebagai manusia super sibuk dikatakan suka membaca kurang begitu kuat ditampilkan. Secara garis besar cerita malah tergambar tentang bisnis-dan bisnis semuanya karena diperoleh atas usah memutar otak. Lupa atau entah disengaja bahwa segala datangnya pemikiran itu tidak datang begitu saja karena perlu sebuah input yaitu buku. Memang ini dapat dibantah dari sepanjang jalan pendidikannya dia sekolah pada lembaga pendidikan terbaik. Celakanya jika anggapan sebuah media teknislah yang menjadi faktor utama keberhasilan bukan dari tekat dalam diri untuk maju membawa dampak pemikiran merendahkan sekolah-sekolah masih biasa-biasa saja, contohnya sekolah-sekolah di daerah pedesaan. Jenis buku-buku seperti ini juga kurang baik jika dibaca terus menerus tanpa diimbangi buku-buku pemikiran. Jatuhnya pada khayalan-khayalan dan terbuai akan mimpi menjadi sukses. Singkatnya adalah buku ini merupakan stimulus seseorang untuk bangkit dan mau beraksi dengan peluang sekecil apapun melalui cerita-cerita suksesnya boss Trans Corpora itu.

halo aku dalam novel

Tidak ada komentar:
Adalah sebuah novel karya Nuril Basri, diterbitkan oleh Gagas Media. Ini merupakan novel cetakan pertama yang diterbitkan pada tahun 2009. Tebalnya 302 halaman dengan ukuran lebar 13 x 19 cm. Dengan desain cover depan bergambar seorang wanita membuka sebuah buku atau album foto tepat bersandar di sudut ranjang. Dari desain cover seperti ingin ditampikan sebuah tanda tanya tentang apa isi cerita didalamnya. 

Bagi kelompok pencinta novel mungkin tidak begitu mempersalahkan bagaimana struktur dan gaya bahasa yang dipakai panulis. Sekedar menilai dari sinopsis awal penulis memberikan semacam testimoni tentang cita-cita atau keinginanya yang ngebet ingin menulis. Tetapi dugaan saya salah ternyata penulis menjadikan kehidupan penulislah yang ingin ditampilkan menjadi sudut ceritanya. Sangat menantang memang, karena setelah larut dalam alunan cerita-cerita didalamnya memaksa saya untuk terus membaca sampai selesai. Lebih keren lagi ditamnbah dengan model alur penceritaan yang sebelumnya belum pernah saya temui sebelumnya. Seakan ini adalah sebuah novel pertama yang saya baca dengan sudut pandang penceritaan diluar kebiasaan kehidupan manusia pada umumnya. 

Cukup membaca novel ini secara verbal saja dan tidak usah mengambil sifat dak karakter tokoh-tokohnya. Kalau pada film-film kandunganya seharusnya berlebel 18+. Maksudnya ketika seseorang labil membaca novel ini dikhawatirkan mempunyai pandangan buruk akan kehidupan sosialnya. Karena struktur ceritanya digambarkan tentang kehidupan-kehidupan para individualisme dan secara tidak disangka-sangka mereka selalu mendapat keberuntungan. Ini tidak dapat disalahkan juga karena latar belakang cerita mengambil di sebuah kampus kota Oregon Amerika Serikat. Walau penulis ingin menyampaikan beberapa fakta terpahit kehidupan bagi seseorang individualis tetap saja sampai akhir cerita dia tidak menggambarkan secara jelas bagaimana kehidupanya setelah bertolak ke tanah air. Mungkin penulis masih meyakini apa yang dia tulis sendiri bahwa “sebuah cerita kehidupan itu lebih banyak sengsaranya, daripada bahagianya.”

Kamis, 20 Februari 2014

Agama ZEN dan Kehendak

Tidak ada komentar:
kedipan lampu charger handphone terus menyala beraturan sampai ion-ion baterai didalamnya terisi penuh. Hembusan kipas angin mengalir tanpa henti sampai aliran listrik di diputus. Semua benda itu adalah ciptaan, karya, atau karsa manusia. Jadi apakah benda tadi sebenarnya tiada dan diadakan sama yang ada, atau kehadiranya sudah ditakdirkan? 

 Lalu siapakah yang ada? Manusiakah? Tidak, itu tidak mungkin. Bukankah ada itu karena kita merasakan kehadiranya melalui indra, bila ditimbang dari suara terbanyak mungkin Tuhanlah sebenarnya yang benar-benar ada di tengah ketiadaanya.

Sabtu, 09 November 2013

BANYAK RASA

Tidak ada komentar:

Gambar


GADIS PANTAI

Pramoedya Ananta Toer

Kejamnya dunia ini seakan membelenggu bagi orang-orang pinggiran, mereka seakan tersisih dari luasnya kehidupan dunia. Gadis Pantai yang hidupnya terasa nyaman-nyaman saja semua berubah disaat orang tuanya memaksa untuk menikah dengan seorang bangsawan agamis dengan tambahan hurup H.

Agama bukan dijadikan pencerah umat manusia, melainkan sebuah alat penghakiman dan penghinaan bagi mereka orang-orang yang buta hurup,

miskin, tidak melakukan ajaraNya karena tidak tau dan tidak sempat belajar karena sebuah tanggungan beban hidup berat. Keangkuhan dan kesewenang-wenanganya dianggap sebuah kebenaran, dan pembenaran, tidak pernah tahu serta tidak mau tahu kejamnya dunia bagi kaum sudra yang rela meregang nyawa demi mengisi perut yang lapar.



 

Hanya karena ketidak beruntungan Gadis Pantai dilahirkan didunia nelayan miskin, dia dijadikan budak seks oleh Bendoro. Pandai membaca kitab, berbahasa Arab, Jawa, Belanda dan katanya haji malah menjadikan dirinya jauh lebih tinggi dari manusia lain, sikap ingin dihormati, dijunjung ting

gi, serta perkataannya harus dijadikan sabda bagi mereka yang dibawahnya.

Gadis Pantai begitu malang nasibnya dulu oleh orang tuanya diserahkan, dipaksa, diikhlaskan dengan harapan tidak menjadi orang susah lagi. Kin

i kebebasan dan haknya telah dijual pada Bendoronya. Sampai tiba suatu masa dia melahirkan anaknya tetapi pada masa itu pula Gadis Pantai harus dipisahkan dari anaknya, dipisahkan dari kehidupan Bendoronya, dan dibuang kembali pada keluarganya.

Inilah potret kehidupan bangsa kita masa lalu, mereka dari ras kita sendirilah yang dihormati yang menindas kehidupan kita.

Sebuah sembahan mencium kakinya seribu kali tidak akan pernah cukup selama keinginanya belum terwujud.

TRANSAKSIONALISASI MASYARAKAT SIPIL

Karya : Andi Widjajanto dkk.

LKIS

Bentuk-bentuk negara terkini didunia adalah monarki dan demokrasi, hanya saja sekarang yang paling populer adalah demokrasi.

Mengapa demokrasi dianggap menjadi bentuk pemerintahan terbaik? Salah satu fakta yang melatar belakengi ternyata adalah para negara-negara yang non demokrasi “berkembang” melihat bagaimana perkembangan taraf hidup rakyat Amerika yang katanya dianggap lebih baik.

Semua memang benar tetapi jangan dilupakan juga bahwa AS merdeka sudah cukup lama. Bentuk demokrasi memang cocok untuk negara-negara mayoritas penduduknya produktif dan sadar hukum tinggi. Celakanya negara-negara ketiga yang notabenya kekuatan ekonomi mereka masih lemah atau belum terjadi pemerataan mengubah dirinya menjadi demokrasi.

Demokrasi tidak hanya pencoblosan saat pemilu tetapi arti sesungguhnya adalah penawaran kebebasan dalam segala aspek. Perdagangan, budaya, pers, teknologi, merupakan sedikit contoh pengaruh yang secara tidak langsung akan mentransformasi sistem terdahulu. Tidak dapat disalahkan pula ketika sudah menjadi kesepakatan bersama yang nyatanya malah tidak menjadikan kebaikan bersama. Kita pernah 32 tahun dalam pangkuan Soeharto dimana hampir seluruh hak perekonomian, stabilitas, dan pembangunan rakyat terjamin, mempunyai konsep yang jelas “repelita” dan juga reallisasinya. Tetapi setelah memasuki era reformasi keadaan itu berubah, indonesia yang mencoba menjadi demokrasi seutuhnya “menjamin kebebasan rakyat” ditandai dengan berkembang pesatnya pertumbuhan media massa. Di sisi lain kemakmuran yang diidambakan oleh para reformis sampai saat ini masih menjadi sebuah “mimpi”.

Para negara-negara maju akan mendonasikan berapapun dana yang akan dibutuhkan supaya negara-negara non demokratis berubah menjadi demokrasi. Setelah berubah maka akan sangat dengan mudah menjadi daerah pemasaran produk-produknya. Yang lebih sadis lagi mereka akan mengeksploitasi SDAnya karena pada dasarnya mereka masih kekurangan dana untuk operasional negara jadi mau tidak mau penjualan aset simpanan alam itu menjadi solusi cepat akibatnya makin suburlah kapitalis di negara tsb.

Para organisasi non pemerintah yang seharusnya menjadi pengawal demokrasi malah berbalik arah, karena mereka organisasi non pemerintah pendanaanya juga dari pihak asing. Maka terjadilah dilema apabila mereka bersikukuh meneruskan misinya konsekuensinya pendanaan akan dicabut lalu organisasi berhenti atau memilih menuruti kemauan donatur demi kelangsungan organisasi.

Ketidakpekaan masyarakat pada intervensi negara asing baik dalam kehidupan sehari-hari atau roda pemerintahan sangat memungkinkan mereka menggiring kita menjadi masyarakat pekerja dan konsumtif. Semua pilihan ada ditangan kita sendiri-sendiri tinggal kita mau tidak berfikir jauh kedepan demi tercapainya kebaikan bersama.

THE KAIZEN POWER

Masaaki Imai

Produk-produk negeri sakura dipasaran internasional tidaklah sedikit mulai peralatan dapur, makanan, otomotif, elektronik dsb. Pernah beberapa tahun lalu dunia mengalami krisis akibat minyak dunia tetapi itu seakan tidak menggoyahkan  posisi perusahaan-perusahaan Jepang dari kancah internasional. Dan inilah hebatnya sebuah Kaizen Power bagi para perusahaan, mereka akan sulit terintregrasi begitu saja tanpa ada persoalan yang benar-benar menghancurkan.

Kaizen sebenarnya hanyalah sebuah istilah yang dipakai dikalangan perusahaan jepang yang sudah menerapkannya. Pada esensinya adalah penekanan dan pementingan sebuah proses setiap dilakukan produksi. Dalam tradisi kaizen proses sangatlah dihargai dibandingkan dengan melihat hasil. Karena pada proseslah nanti penentuan bagaimana mutu dan kualitas terbaik sebuah produk diperoleh.

Tidak kalah penting untuk diingat bahwasanya sebuah mutu dan kualitas produk supaya benar-benar sesuai keinginan konsumen haruslah wajib untuk dilakukan perbaikan-perbaikan dalam aspek manapun yang masih beerkaitan tentang pemrosesan produk. Sumber permasalahan bisa dirubah jika ada usulan. Usulan dalam kaizen (perbaikan) bentuknya sebagian besar bottom up, karena merekalah yang lebih tahu yang bersentuhan langsung, kemudian oleh manajer mereka akan direspon dengan cepat.

Yang cukup menarik dalam Kaizen adalah  dimana semua warga perusahaan bertanggungjawab penuh atas mesin-mesin atau alat-alat kerja mereka, sampai-sampai liburpun menyempatkan masuk untuk membersihkan mesinya tadi. Rasa memiliki dan sikap kooperatif ini tidak akan munkin timbul jika perusahaan tidak mengerti serta menjamin kesejahteraannya. Penghargaan juga seperti menjadi sebuah kewajiban setiap tahunnya diberikan kepada orang, atau lembaga yang terbaik atas jasa pada perusahaan termasuk supliyer.

Catatan setelah para perusahaan menerapkan Kaizen kesadaran para buruh meningkat dan penghematan biaya mampu mencapai 30 - 50% serta meningkatnya keuntungan perusahaan cukup signifikan dari sebelum menggunakan Keizen.

Selasa, 22 Oktober 2013

RESENSI "TEORI SOSIAL KRITIS" BEN ANGGER

Tidak ada komentar:

Gambar

Pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial yang selalu tergantung dengan orang lain. Dengan bersosialisasi melalui interaksi sosial sebagai jembatan penghubung antara sesama manusia. Dari interaksi itu lalu muncul sebuah kelompok sosial atau golongan-golongan yang menjadi sekat pengklasifikasian. Entah terbentuk dari persamaan suku, ras, nasib, dan pemikiran. Diantara sekian banyaknya jumlah penduduk bumi muncullah orang-orang yang mampu berfikir dan memikirkan nasib oriaentasi terbaik umat manusia saat itu dan mendatang yang tertuang dalam sebuah teori sosial.

Jumat, 04 Oktober 2013

Menjadi Penulis Untuk Pencerah Demokrasi "( priya djatmika)"

Tidak ada komentar:
Menulis adalah mengekspresikan diri dengan menuangkan dalam sebuah karya berbentuk tulisan. Menulis juga salah satu bentuk usaha mengabadikan atau mewariskan sesuatu yang kita punya untuk generasi mendatang.
Seorang penulis harus mempunyai wawasan luas tentang banyak hal. Dengan membaca salah satu upaya memperkaya bank data dalam otak, nantinya tertuang dalam bentuk tulisan.
Sebaiknya sebelum menulis tentukan topik apa yang ingin ditulis. Pilih topik yang beraktual, mempunyai nilai gaung, dibutuhkan oleh masyarakat, update.
Buat sebuah judul
. Judul yang baik mewakili seluruh substansi dari tulisan kita dan memberikan rasa pemasaran pembaca.

Beberapa tips yang bisa dipakai:
1. Buat resume.
2. Buat 2 - 4 judul.
3. Buat judul agak panjang lalu edit.
4. Provokativ.
5. Bombastis.

Sebaiknya dalam metode penulisan gunakan metode piramida terbalik. Isi berita dahulukan informasi yang penting baru diikuti penjabaran. Ingat penulis yang baik bukan hasil dari plagiat dan sifatnya tidak menghakimi.

BUMI MANUSIA "(Pramoedya Anantatoer)"

Tidak ada komentar:
Sebenarnya ini lebih seperti benang merah yang menelisik cerita roman secara otodidak saja, karena buku ini sangatlah tebal menggunakan bahasa yang mendayu - dayu agak sulit memahaminya.

Dikisahkan ada sebuah pemuda bernama Minke, biasa dipanggil Sinyo, oleh penulisnya lebih banyak disebut sebagai Aku. Dia adalah seorang pemuda berpendidikan tinggi bersekolah disekolah HBS, yang terkenal karena murid - muridnya sebagian besar konglomerat Eropa dan sedikit orang - orang pribumi keturunan bangsawan.

Suatu hari Minke diajak untuk datang pada sebuah keluarga temanya Robert mellema oleh Robert suurhof di Wonokromo Surabaya. Keluarga Mellema adalah keluarga pengusaha besar, perusahaanya bernama "BOERDERIJ BUITENZORG". Disana Minke diperkenalkan pada anggota keluarga. Pertama Nyai Ontosoroh seorang wanita pribumi ibu dari Annelies gadis cantik adil Robert Mellema, sedang tuan Mellema tidak ada dirumah. Pertemuan pertama inilah menimbulkan rasa kekaguman dan cinta antar Minke dan Annelies.

Setelah pertemuan itu membuat Minke diundang kembali yang posisinya sebagai tamu keluarga. Dari kedatangan - kedatangan itu membuat Minke semakin mengenal keluarga itu, yang kemudian menimbulkan rasa kekaguman pada Nyai karena ia pribumi, pribumi yang menyamai Eropa bahkan munkin melebihi. Wanita ini pandai berbahasa Belanda, dan pengetahuannya luas, ia juga sebagai wanita karier yang mempunyai karyawan beratus - ratus jumlahnya.

Rasa cinta pada Annelies harus ia beri pengorbanan mahal. Minke akan secara otomatis melawan ketakutan - ketakutan, kebencian, paradigma, tekanan, orang tua dia. Beberapa persoalan berat muncul membuat kerenggakan jarak antara mereka.
Annelies jatuh sakit karena rindu Minke. Sejak kedatangan Minke untuk menemani gadis itu, Minke tinggal serumah.

Keluarga Nyai yang kaya raya menjadikan dia duduk pada golongan kelas atas. Kemewahan pada kehidupannya tidak sejajar dengan perjalanan hidupnya, ternyata dalam keluarga ini tengah terjadi konflik. Meski sudah punya anak dua Nyai statusnya sebagai gundik dan tidak pernah dinikahinya oleh Mellema. Diskriminasi dalam keluarga juga muncul dengan beranggapan orang pribumi itu rendah, sehingga Nyai dipandang sebelah mata oleh keluarganya sendiri kecuali Annelies yang lebih suka menjadi pribumi. Persoalan hidup dan konflik beberapa kali mengancam status Minke sebagai seorang siswa HBS, bahkan ia sempat dikeluarkan dari sekolah.

Minke yang pandai menulis dalam bahasa Belanda menjadikan namanya semakin dikenal publik. Kepopuleranya juga membuat masyalahnya tesekspose media. Masyalah besar terjadi saat Tuan Mellema meninggal keracunan ditempat plesir (prostitusi) Ah Tjong. Semua anggota keluarga disidang termasuk Ah Tjong. Banyak media yang mengabarkan berita sumbang tentang kejadian ini. Posisi Minke yang bukan sebagai anggota keluarga membuat pandangan masyarakat akan dirinya hina.

Sidang dapat terlewati, tanpa terasa Minke juga telah lulus dengan peringkat 2 se Hindia Belanda (indonesia). Selang beberapa hari Minke meminang Annelies. Perayaan pestanya sangat mewah. Ucapan selamat dan kado - kado pernikahan tidak terhitung jumlahnya. Perlu diketahui pada saat malam pertama ternyata Annelies sudah tidak perawan.

Kehidupan tenang bahagia tidak berlangsung lama. Setelah beberapa minggu kemudian datang seorang yang menjemput Nyai dan Annelies kepengadilan putih di Surabaya. Bagaikan dihantam bencana besar saat mendapat kabar bahwa istri almarhum Tuan menggugat hak waris dan meminta semua anaknya dibawa ke Belanda, lewat keputusan pengadilan amsterdam . Nyai dan Minke kebingungan mencari bantuan hukum demi mempertahankan keutuhan keluarganya. Mencari advokad menulis dikoran - koran belanda dan koran lelang dia lakukan. Akhirnya menimbulkan simpati masyarakat. Sempat terjadi pertumpahan darah antara masyarakat simpatisan dan anggota keamanan Belanda. Annelies jatuh sakit karena tidak sanggup menerima kenyataan. Usaha yang mereka lakukan sia - sia saja seperti perkiraan sebelumnya jika orang Eropa konflik dengan pribumi akan dimenangkan Eropa.

Ketidakadilan hidup membawa kenyataan bahwa Minke harus dipisahkan cintanya oleh lembaran - lembaran kertas sedang Nyai harus merelakan anak dan seluruh jerih payah usaha mengembangkan perusahaan selama dua puluh tahun tidak bisa menikmati. Sungguh menyedihkan sekali.