Senin, 15 September 2014

Harimau-Harimau

Karya : muchtar lubis

Jumlah mereka adalah tujuh orang. Semuanya kini berprofesi sebagai pencari damar. Letaknya masuk pelosok jauh kedalam hutan. Karena jarak tempuh jauh dan memakan waktu beberapa hari, membentuklah ikatan kelompok diantara mereka. Pemimpin kelompok tersebut bernama wak Katok, kenapa dia yang diangkat menjadi pemimpin? karena tidak lain dialah orang yang paling disegani serta multi talenta.

Sepanjang perjalanan
berlalu begitu indah, sampai ada seekor harimau yang menerkam salah seorang diaantara mereka. Korban pertama pak Balam, dia beranggapan bahwa harimau itu sebuah kutukan dari Tuhan untuk dosa-dosa besar telah diperbuat masa lalu oleh rombongan. Pengakuan harus segera dilakukan. jika tidak, korban akan terus bertambah katanya di tengah-tengah sakaratul maut. Namun, pengakuan untuk menelanjangi dosa-dosa begitu berat, sebab niat itu tidak pernah ada sedikitpun dari mereka semua. Akhir cerita, terungkaplah tabir dari masing-masing anggota personal kelompok yang selama ini tertutupi oleh topeng pencitraan diri. Siapa sebenarnya yang pengecut, pemberani, penakut, serta yang tulus terungkaplah.

Itulah gambaran sinopsis cerita dari novel harimau-harimau yang telah saya baca. Alunan cerita yang mengalir, sungguh terasa indah tanpa putus. Nilai cerita dan pesan-pesan dikandung sangatlah bagus, jauh dari kebanyakan novel-novel jaman sekarang. Hampir seluruh cerita dari novel jaman sekarang benang merahnya cinta dan cinta lagi. Benar-benar memuakkan. Novel ini merupakan sebuah manifestasi untuk anak-anak generasi bangsa mendatang. Tujuanya sebagai pembangkitkan rasa kemanusiaan yang lebih mengutamakan rasa sosial.

Beberapa kekurangan terdapat pada buku tentu ada. Banyak ditemukan ejaan-ejaan salah. lebih mengecewakan lagi karena satu halaman hilang. Ini sedikit mengurangi kesempurnaan novel, sehingga timbul sedikit rasa enggan untuk melanjutkan. Persoalanya apa ini karena novel yang saya baca berbentuk ebook, alias gratisan atau memang versi aslinya juga begitu. Pokoknya kepuasan membaca saya begitu kurang ketika mendapati ada halaman yang hilang. Saya mencoba bertanya pada seseorang pecinta buku tentang hal ini. Ia mengatakan kalau beberapa ebook memang sengaja tidak disempurnakan, alasanya cukup sederhana, ya karena tidak menguntungkan bagi penerbit atau penulisnya. Menerima kenyataan ini saya dengan rendah hati berkata ”oh ya..”

Dari segi manfaat, membaca novel harimau-harimau bisa dibilang cukup banyak. paling jelas adalah kita diajak belajar menjadi manusia dari berbagai sudut pandang karakter manusia itu sendiri. Kata-kata bijak di dalamnya juga banyak, bisa untuk menginspirasi kita ”bila masih ingat”. Paling bagus dari alur cerita novel ditahapan bagaimana penulis mementahkan takhayul, mitos, dan klenik yang selama ini telah bersarang pada kebudayaan kita, khususnya jawa. Hal itu sebenarnya tidak menjadi apa, tetapi ketika peranya melemahkan eksistensi jati diri manusia akan sangat merugikan sekali. Ditambah dampak lain yang selalu mensubordinasi individu lainya.

Implementasinya cukup sederhana, ini hanya membukakan apa yang terjadi disekitar kita. Bagaimana interaksi budaya, agama, ideologi berperan dalam satu kesatuan pada bungkusan karakter manusia. Dan kita tidak perlu membenarkan apa yang telah menjadi keyakinan kita melalui pemaksaan, maupun justice kepada orang lain. Darimana kita tahu itu sebuah kebaikan tanpa ada contoh dari peran penyimpangan sosial. Darimana kita bisa menjauhi sikap tersebut tanpa membangkitkan rasa takut oleh sanksi yang telah melanggarnya. Bukan begitu tho...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar