Mengejutkan, malam itu ada sentakan menghebohkan perasaan, dan menghanyutkan seluruh teman-teman mahasiswa. Adalah sebuah pornografi di upload pada situs jejaring sosial. Pemilik akun yang juga sang aktor, mengirimkan foto adegan mesumnya pada group himpunan mahasiswa jurusan, katakan saja K. Reaksi pertama tentu sangat ”waw”, dan terus mencoba melihat kembali gambar secara mendetail. Ternyata memang benar pemilik akun itu teman saya dibeberapa mata kuliah. Euporia perasaan berbagi tidak bisa saya tahan, sampai aku pertontonkan hal tersebut kepada teman-teman yang sedang bersama saya. Ekspresi mereka pertama-tama sedikit kacau, disusul ucapan astaqfirullah.
Sekarang diwaktu sebelum perkuliahan, sembari menunggu dosen semua teman-teman dikelas heboh memperbincangkan fenomena gambar tersebut. Tertawaan, gunjingan, dan asumsi-asumsi ritual seksual dalam foto itu seolah menjadi topik tanpa ujung. Kreatif memang para temanku ini, ada juga sebagian diantara mereka yang memeragakan pose-pose sensual perempuan sebagai penambah semarak suasana. Kegaduhanpun semakin menjadi-jadi ketika ada salah seorang memamerkan foto tidak senonoh malam kemarin yang sekarang sudah dihapus. keramaian baru berhenti ketika dosen memasuki ruang kuliah, keadaanpun menyusul kondusif.
Apabila ada pertanyaan posisi saya sedang apa waktu itu? Jujur saja jawabanya adalah saya sengaja menyendiri duduk paling belakang mengamati setiap reaksi sedang terjadi. Maklum sudah tau duluan,xi xi xi xi.... Tiba-tiba datang seorang teman yang menghampiri dan menanyakan tentang hot topik pagi ini. Tanpa saya jawab, dengan sendirinya ia menceritakan kejadian kehebohan itu, sambil berbisik di tengah perkuliahan. Akupun membalas dengan senyum manis.
Di Indonesia sendiri undang-undang (UU) yang mengatur pornografi cukup jelas, dan itu sebagai bukti penolakan keras terhadap perbuatan asusila. UU itu tertuang di nomor 44 tahun 2008 mengenai pornografi . Lebih lanjut tanya Diyan Penyimpangan lain adalah tentang penyalahgunaan media internet yang juga sudah diatur oleh UU ITE. Semua terjadi karena ada fasilitas media, meski diterapkan pembatasan tetap saja implementasi dilapangan sangat jauh.
Musibah serupa pernah menimpa artis kita Ariel vokalis noah. Video mesum Aril menyebar keseluruh antero tanah air. Lawan mainnya tak kalah menggiurkan untuk ditonton yaitu Luna Maya dan divideo satunya lagi Cut Tari. Karena pada dasarnya mereka semua merupakan tokoh figuran Indonesia, pengusutanpun dilakukan secara intensif. Hampir sepekan lebih media masih menjadikan sumber topik menarik untuk terus diulas dari berbagai sisi.
Kehebohan yang terjadi oleh ulah akun mahasiswa jurusan K tadi tidak sampai meluas jauh sepengetahuan saya. Karena berdasarkan observasi kecil tidak sampai seluruh tataran lingkungan kampus mengetahui. Namun, Secara pasti semua yang memiliki keterikatan lokalitas jurusan dan hubungan sosial pertemanan dengan korban mejadi tahu. Adanya latar belakang garis penghubung sosial, membentuk proses natural yang menjadikan daya tarik sangat besar untuk berpartisipasi mengetahui serta menyaksikan langsung gambar original seperti apa. Secara bersamaan, popularitas nama tokoh juga menjadi semakin tenar, paling tidak di tingkat jurusan.
Sekarang waktunya berbijak kata untuk menjadi manusia yang baik dan baik-baik. Cukuplah rasanya kita terus menghujat, mengkerdilkan, mejustise jelek pada korban. Belum tentu kalau didalam sebuah keburukan tersemat kebaikan. Sebagai manusia yang punya hati nurani marilah mencoba untuk berempati. Membayangkan bagaimana perasaan korban saat itu, sebab siapa saja bisa ditimpa musibah serupa. selanjutnya Merubah sudut pandang sesuai nilai kemanusiaan yaitu menganggap ini benar-benar sebuah musibah tanpa ada berkah sedikitpun. Lihat gambarnya. Saya masih yakin, tidak ada manusia mau dirinya menjadi objek hinaan. Lantas, apa sedemikian tega kita terus menghukum seseorang yang sedang menderita malu oleh perbuatan asusilanya. Kalau pada dasarnya fenomena itu sebuah pemenuhan kebutuhan seksual darinya yang sudah hiper?
Berbesar hati melihat fenomena ini dari kacamata iman, sebagai tawaran terbaik dalam menyikapi semua persoalan. Biarkan dia mempertanggungjawabkan perbuatan telah dilakukan. . Ketentuan dosa, surga, dan neraka diperuntukkan kepada siapa-siapa tidak pernah ada yang tahu. Selama ini hanya melalui petunjuk-petunjukNya dan cerita-cerita sebagai pedoman utama penilaian manusia kepada manusia lain.
Kebenaran ditegakkan pada pondasi kebenaran pula. Tetapi kebenaran diperoleh dari adanya kesalahan. Disinilah posisi korban saat ini, sebagai orang disalahkan serta contoh buruk untuk kehidupan manusia lain agar lebih bermoral. Jadi bisa saja dia merupakan orang telah terpilih oleh Allah sebagai pembelajaran manusia lain. Karena pilihan, otomatis tidak semua orang mampu menjalankan peran tersebut. Dan kalau tidak salah ada firmanNya mengatakan bahwa ”Allah tidak akan menguji hambanya kecuali dibatas kemampuanya.” Maka siapa sekarang yang sebenarnya menempati posisi lebih mulia itu jika semua kenaikan tingkat dimulai dari sebuah ujian?

Kenapa sebut2 namaku?!? (-_-')
BalasHapus