Kamis, 25 September 2014

Pilihan antara hati dan perasaan



Hanyut bersama aliran air. Semua tidak tahu kapan dan dimana kelak akan bermuara. Senyum disuguhkan memancarkan sebuah aura sosok bidadari. Cantik ditampakkan tidak lain muncul dari balik raut wajah yang bulat cabi.


Tidak disini tidak disana semua sama saja. Para lelaki seperti telah membuat kesepakatan di hati mereka kalau gadis itu cantik. Pandangan Sorot matanya begitu tajam. Hidung mungil dan bibir tipisnya menimbulkan kesegaran mata lelaki yang memandang. Bak sebuah gula, kemolekan tubuh gadis telah mengundang hasrat semau ingin didekatnya. Dimana bayangan-bayangan itu kemudian menyelimuti setiap perasaan kaum adam.

Selentingan bisik-bisik perasaan cinta sering menyeruap ditengah kalangan pemuda. Hanya saja juga menimbulkan nyala api cemburu diantara kalangan mereka. Gadis itu benar-benar telah mengalihkan dunia para perjaka. Meski, diantara mereka tetap ada yang menampik bawasanya dia cantik, karena dirumah sudah beristri. Namun, sorot mata berkata lain. Pesan disampaikan oleh mata itu seakan berbunyi keinginan memiliki gadis. Bila ada kesempatan akan diceraikan istrinya.

Dibalik Kemolekaan tersebut gadis sesungguhnya sudah tidak suci lagi. Orang-orangpun telah mengetahui. Konon ceritanya gadis pernah punya catatan pengalaman cinta hitam. Dimana gadis menderita kedunguan suara hati. Dia tidak mampu menyalakan pelita ditengah gelap, dan menghadirkan payung dibawah terik mentari.

Gadis sangat terpuruk akan keadaan itu, sebagian orang percaya bahwa membutuhkan tempo waktu sangat lama sekali gadis untuk bisa melihat terangnya api cinta. Walau sisa-sisa harapan telah berakhir, gadis terus berdoa kepada Tuhan. Gadis menanti sesuatu yang tidak berarti, karena hati dalam dirinya tertutup kabut egoisme.

Gadis adalah sebuah rekaan cerita besar dari nyi pelet. Tak heran nafsu angkara iblis dalam dirinya menimbulkan hipnotis mata lelaki. Seperti sebuah keharusan jika setiap mata pernah mengarah pada setiap lekukan tubuh Gadis. Bagaimanapun juga sosok dari gadis adalah manusia. Artinya dia akan merasakan apa menjadi kehidupan sebagai manusia, walau sebagaian manusia ada yang menganggap bagian dari dewa.

Perhatian dan belaian kasih sayang dirindukan oleh dirinya menimbulkan sikap kejam. Gadis menanam banyak benih harapan-harapan palsu kepada semua pemuda. Dengan sedikit taburan mantra membuat keanehan cinta. Meski berkali-kali lelaki itu mendera sakit hati, diremukkan, dicampakkan, berkali-kali pula dia akan tumbuhkan rasa cinta baru kepada gadis. Akal sehat seperti telah tergeser dari kewarasan berfikir diantara mereka.

Asal gadis senang semua mau menuruti apapun manjadi kehendaknya. Gadis sekarang telah berhasil, dia benar-benar mampu memanfaatkan kecantikan tersebut secara maksimal. Melalui kecantikan itu pula gadis telah meperbudak perasaan dan tenaga para bujang. Kecantikan itu benar-benar bisa mengantarkan gadis dekat dengan harta, pria, dan kekuasaan.

Sekarang gadis belum sempat berfikir jauh kedepan. Kesenangan atas keadaan diperoleh telah membutakan matanya bahwa setiap detik akan mengikis anugerah kecantikan tersebut. Gadis juga tidak tahu, sosoknya sebagai manusia dengan menjalani peran seperti ini telah mejerumuskan pada jurang kehancuran masa tua.

Kelak, gunungan dosa-dosa telah dihasilkan akan mengubur gadis pada sebuah penyesalan sangat mendalam. Itu akan terjadi kalau kesempatan hidup gadis sampai masa tua. Apabila takut menerima kenyataan dan tidak ingin merasakan tahapan itu, pilihan bisa diambil oleh gadis dengan mati muda. Karena jika dia mati muda, selamanya sosok terkenang dari gadis adalah sebagai seorang gadis cantik dambaan semua lelaki.

Tetapi, terkaan sejarah tidak selamanya benar. Ditengah sekumpulan lelak,i itu ada seorang perjaka pembawa mustika yang bisa mengantarkan pada keabadian cinta. Lagi-lagi gadis dihadapkan pada pilihan. Apakah sekarang gadis mau mendengarkan bisikan hati nurani atau perasaan. Entahlah, ini hanya sebuah coretan ngawur atas luapan emosi orang berimajinasi tentang sebuah cinta. Akhir cerita saya serahkan seutuhnya kepadamu para calon penghuni surga.


madura, 25 septeber 2014 


Iskak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar