Penyebab kenapa dana pencairan bidik misi telat belum aku ketahui pasti. Berdasarkan dugaan sementara, karena ada proses penambahan oleh mahasiswa baru. Artinya pencairan akan dilakukan telat untuk bulan ini. Jika keadaanya persis seperti kemarin, pencairan dana bisa enem bulan langsung. Enak, bila masa-masa sebelum pencairan masih punya dana, dan kelak dana bidik misi bisa digunakan untuk keperluan lain. Tetapi seperti apa jadinya bila sekarang saja sudah pontang-panting terlilit kebutuhan kuliah seperti ini. entahlah, biar waktu yang menjawab.
Lain ceritanya bagi anak-anak yang memperoleh bantuan kuota bidik misi tambahan, atau bahasa kasarnya pemindahan dari cabutan anak bidik misi lain. Berkah bulan ini memang untuk mereka, karena pencairan dananya sangat lancar, malahan langsung turun dua juta lima ratus rupiah. Pertanyaan serupa muncul lagi, mengapa bisa terjadi demikian? Mungkin jawabanya sama yaitu tidak ada kejelasan pasti mengenai keadaan yang sebenarnya. Forum dan lembaga menaungi mahasiswa bidik misi dikampus ini seperti telah lama terkubur. Peran, serta keaktifan programnya tidak jelas sama sekali, kalau ada itupun akan muncul secara mendadak. Kekurangan lain lembaga bidik misi kampus ini terletak pada arus informasi sangat kurang efektif, karena alurnya melalui sms beruntut, efek dirasakan sebagian mahasiswa terisolir sebab bisa ketinggal info.
Kontradiksi paling parah yang sulit didamaikan adalah urusan perut. Pertimbanganya bukan lagi diranah mampu dan tidak mampu menahan nafsu, tetapi pada aspek kesehatan kedepan bagaimana. Saya masih sadar jika diri ini tidak bisa disamakan dengan para nenek moyang. Konon para nenek moyang mampu berpuasa selam empat puluh hari berturut-turut dan berbagai ritual aneh lain yang melawan maut. Saya mengakui, Cara berfikir saat ini telah terkontruksi perkembangan dunia, terus meminta kebutuhan jasmani semaksimal mungkin. Kemudia perlahan-lahan mengharuskan untuk diprioritaskan.
Musim seperti saat-saat ini secara langsung menghilangkan kata hemat. Disaat diri pada posisi keuangan berkurang nafsu belanja kebutuhan semakin besar. Berbanding terbalik dengan waktu post anggaran keuangan sedang cukup, ego untuk membeli malah kecil. Singkatnya semakin kecil pendapatan akan semakin besar pengeluaran, dan semakin besar pendapatan semakin kecil pengeluaran untuk posisi kebutuhan yang sama.
Anggapan menciptakan peluang baru untuk menciptakan pendapatan penambahan keuangan tidak pernah terpikirkan Harusnya, menurut pendidikan yang telah saya peroleh, ketika seseorang merasa kekurangan, akan berusaha memenuhi kekosongan tersebut. Realitanya saya disini berlaku dengan cara menahan semua kehendak dan keinginan-keinginan. Pembatasan tersebut terus-menerus saya lakukan sampai tempo waktu tidak jelas. Sama dengan ketidakjelasan kapan dana bidik misi akan turun.
Rentetan penahanan kebutuhan itu membuahkan hasil hidup ekonomis. Ini berlangsung secara alamiah tampa saya konsep akan berbuat demikian. Menahan rasa keinginan pemenuhan kebutuhan memang sakit, seperti berpuasa tanpa dihitung amal. Panen lebaranya insya Allah di bulan-bulan mendatang tabungan nominalnya bertambah banyak. Apalagi jika sikap dendam tidak timbul. Dendam dimaksud berupa pelepaskan, pembebaskan, dan keinginan selama ini terkekang.
Berdamai dengan keadaan berusaha saya raih melalui usaha mendekatkan diri sama Allah. Komunikasi intarpersonal diciptakan sebagai garis vertikal mendapatkan kekhusukan denganNya. Alunan doa terus dibacakan seusai beribadah, agar semua harapan, keadaan, dan proses ini menjadi suatu mutiara hidup bagiku.

Pikiran sok tahu-ku menerka tulisan mu ini:
BalasHapus-Sebentuk tulisan koar-koar sama pihak kampus agar suaramu terdengar
-Atau yang kedua, ini sebagai pelampiasan yang pada akhirnya imenimbulkan respon pembaca begini, "Sing sabar yo kak, we'ku yo durung cair, senasib lah :p"
Terserah lah apa tujuan catatanmu iki, yang pasti sejak kapan hipotesa ,"Semakin kecil pendapatan akan semakin besar pengeluaran, dan semakin besar pendapatan semakin kecil pengeluaran untuk posisi kebutuhan yang sama" dapat dibuktikan? Itu kan pengalaman subjektifmu kak :p