Rabu, 01 Januari 2014

PENYESESALAN AWAL TAHUN



                Empat bulan sudah menjalani masa-masa awal balajar di Madura. Semua seperti belum banyak berubah hanya rambut saja terlihat semakin bertambah gondrong.  Dari rumah niatnya belajar supaya mengerti apa yang diajarkan oleh para dosen atau guru-guru. Entah mengapa mencapai kata ngerti saja masih jauh, dibuktikan ketika mengerjakan UAS (ujian akhir semester) banyak yang belum mampu menyelesaikan soal-soalnya.
                Belajar di SM (spirit mahasiswa) juga begitu, berharap akan bertambah mengerti tentang sisi lain ilmu di luar kampus. tetapi sekarang
rasanya semakin aneh. Bagaimana tidak saya belajar tetapi tampa bisa mempelajari apa substansi pembelajaranya. Waktu UAS malah seperti liburan panjang dinanti karena alasan lepas dari tuntutan penugasan SM.
                Perilaku yang hedonis yang ditentang relitasnya nol seperti mejilat ludah sendiri. Ketika melakukan diskusi ramai-ramai menentang segala mancam paradigma yang dianggap tidak baik karena tidak sesuai dengan budaya sendiri.” Dasar primordial kaku,kolot, dan pengku, mental regional” hati kecil berbisik lirih. akibatnya  bisa jadi proses belajar kemarin adalah hanya cermin, cermin dari kaca besar terbuat dari permata indah. Tidak hayal jika yang ditampilkan kemarin hanya perilaku kontradiktif. Walaupun wacana idealisme lebih pintar dari senior  selalu menjadi pemancing kepercayaan diri. Mungkin juga karena perilaku yang ditampilkan hanya bayangan makanya tidak sempat berkaca, kalau semua kualitas, nilai, kontruksi ada harga atau imbalan yang harus dibayar.
                Inilah suara saya mengungkapkan kamu benar,  salah, tidak,  tampa memahami mengapa bisa demikian.  Menjelang malam tahun baru ini rasanya ada penyesalan “Tuhan apakah hidupku ini hanya ilusi dalam kebohongan semata?.”

                Pengecut lunglai atau Harimau berwarna pink oleh sinar kebohongan  ini sekarang mencoba merangkai dan menata kembali serpihan-serpihan dari sisa semangat pergolakan kemarin. Sekarang berharap semua kembali, dan kembali lagi bersama kejelasan sayup mimpi cinta darinya. Paling tidak jangan sampai ”gajah di blangkoni, iso kojah ora iso nglakoni”  serta optimis jika auman sekarang terpendam punya gaung jauh lebih keras lagi.

2 komentar :