Glamornya kehidupan manusia kelas atas di Tunjungan Plaza ( TP ) gambaran nyata bagaimana mewahnya & keindahan semua hasil karya manusia. Pakaian, accecoris, yang mereka gunakan sangatlah terlihat mengagumkan bagi orang - orang kalangan menengah kebawah. kecantikan, keramahan, dan kemewahan pelayanan para penjaga tokonya sangatlah Joss. Tapi itu hanya berlaku kepada para pembeli atau calon pembeli saja, saya buktikan ketika saya datang ke stan - stan dan ketika ditanya mau cari apa terus saya jawab saya tidak mencari apa - apa tetapi saya akan melihat apa yang ada disini. Memang mereka sebenarnya para budak yang bekerja dengan upah UMK yang berlaku saat ini.
Inikah wajah pribumi sekarang? menjadi budak dinegeri sendiri dengan mengabdikan kebebasan hak - haknya pada kawula asing mempunyai modal banyak. Agak sedikit bergeser kesebuah taman dikota Surabaya Taman Bungkul namanya, tempat berkumpulnya para buruh, pemuda, pelajar, anak - anak untuk melepaskan penatnya rasa lelah dari rutinitas kerja. Cukup terkejut saat saya diberi tahu bahwa tempat ini seberarnya sebuah makam ulama . Makam yang cukup ramai dan menghapus stigma bahwa makam itu seram.
Dengan dijadikanya tempat ini sebagai lokasi hiburan, bagaimana sakralnya tempat menjadi hambar, mitos menjadi cerita penghantar tidur dan sikap menghargai sejarah menjadi luntur. Apakah arti sejarah hanya menjadi masa lalu tanpa meninggalkan goresan untuk menghargai hasil jerih payah atas usaha yang pernah dilakukan semasa hidup.
Beralih pada sebuah tempat agak gelap karena minimnya pencahayaan lampu oleh masyarakat luas dicap tempat maksiat paling hina dan kotor. Saat masuk tempat ini merubah aura alam menjadi mencekam karena penuh dengan rasa takut dalam hati. Semua mata tertuju padaku dan anggapan saya bagian dari golongan mereka cukup jelas dari bahasa tubuh mereka. Bagaimana seandainya yang berada dalam gubuk - gubuk kecil itu aku? Tidak sanggup aku membayangkanya dan rasa syukur akan kehidupanku sekarang hanya itu yang sangat sterasa dalam hati.
Mereka adalah orang - orang yang bersedia jadi contoh buruk, orang - orang baik yang tersingkirkan dari kejamnya kehidupan, mereka bekerja bukan atas nama suka tetapi pada bagaimana melaksanakan tanggung jawab sosial atas kehidupan anak - anak yang menunggu dirumah. Tapi mereka adalah orang - orang mulia yang rela menanggalkan rasa malunya demi sebuah tanggung jawab,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar