Kegilaan reaksi tawa
Tiba – tiba aku tertawa begitu saja saat berada di kamar kost. Tetapi masih cukup merasa tenang – tenang saja karena ini bukanlah indikator kegialaan, atau kesesatan arah karena tidur di universitas SM beberapa hari lalu. Berdasarkan sedikit kepercayaan aku yakin ini adalah dampak mengingat celotehan Aji di Trenggalek kemarin.
![]() |
| mengaku Aji padahal "MUST" |
Waktu itu sedang menerima materi analisis kritis oleh mas Adib Tamami, ketika sudah selesai mas Adib tanya kepada calon – calon orang sukses dunia akhirat surga tanpa ada neraka sedikitpun serta tidak terkena wahyu kesengsaraan pendahulu. Yaitu kepada kami dari Universitas SM yang sedang mewakili PJTD di Trenggalek alam damai yang sejuk, tidak panas, tidak ada polusi, tidak banyak nyamuk, dan aman. Mas adib memulai obrolanya.
“ Dulu itu pada masa – masanya Citra anak – anak SM selalu ada ritual dibuang ke jogja, atau ke kota lainya.” Sambil mengsisap rokok dengan raut muka santai menjadi agak lucu karena posisinya jongkok.
Setelah melepaskan kepulan asap rokok dari mulut, dan menampakkan ekspresi muka yang polos Aji menjawab dengan lantang selantang – lantangnya tetapi dibawah level teriak ” lha itu kan dulu mas.”
“sekarang gimana?” Mas Adib seperti ingin sesegera mungkin mendengarkan jawaban Aji dan menggeser tempat duduknya.
Dengan cepat Aji menjawab tanpa mengurangi sedikitpun volume suaranya “sekarang ya tetap.”
Sontak seluruh ruangan yang semula serius dan tegang mendengar jawaban itu menjadi gemuruh. Tawa itu aku hentikan segera sebelum berlanjut dan hubungi dokter terdekat. Sepertinya teman kostku membuka pintu habis dari luar rumah. Sungguh aku masih sadar 100%. jika di kemudian hari kesadaranku merasa diragukan sebaiknya orang yang meragukan itu segera memeriksakan kesadaranya.
Ini seperti ungkapan seseorang yang telah berumur 18+ baik laki - laki, perempuan, ataupun yang pernah melihat film porno ditempat terang dan ramai, dia megatakan,”orang gila itu orang yang menganggap dirinya sendiri satu – satunya paling sadar diantara yang lain.”
Kesimpulanya adalah tidak ada orang yang bebas dari prespektif gila. Misalkan ada seseorang bernama Diyan mempunyai 500 bebek. Suatu ketika Diyan ini mengembalakan bebek – bebeknya di sawah, waktu itu tidak ada manusia lain selain dirinya. Sebagai kodrat makluk hidup bebek – bebekpun mulai berkomunikasi satu sama lainya.
![]() |
| korban cerita fiktif |
Bebek paling depan bilang “lihat temen-temen dia gila, masa manusia mengikuti hewanterus katanya manusia khalifah di muka bumi.”
Bebek baris nomer dua dari depan juga tidak mau kalah, dia ikutan bicara juga “yuk kita surakin aja orang gilaaa... orang gila....”
“jangan! Kalau dengan ucapan itu bisa – bisa nanti kita tidak dibebasin lagi loh” celetuk salah satu bebek jantan dalam rombongan.
Bebek paling depanpun menyahuti lagi “kalau gitu kita sorakin wek... wekk... wekk... aja” biar dia senang dan ketawa terbahak – bahak kemudian terjungkal kepalanya nyungsep kelumpur.
Akhirnya sampai sekarang para bebek masih mempunyai kesepakatan sosial bahwa Diyan masih dianggap gila oleh bebek – bebek itu.
Indikator, pencegah, maupun, penanganan ketawa gila sampai saat ini belum tersedia obat atau alat terapinya di toko terdekat, indomart, alfamart, carefour, hypermart, apalagi di Bangkalan plaza. Jadi sebagai solusi kita bisa membayangkan ketawa adalah kentut dan kentut adalah ketawa. Karena ketawa yang sopan dan wajar serta tidak disembarang tempat akan lebih meyakinkan bahwa dirimu masih waras dan sadar.
Misalkan begini walaupun ada kucing mengkrimbat rambut anjing dengan lidahnya sambil bersuara “meong.. huukk..” atau nonton bokep bareng didepanmu, dan tiba - tiba mendapat telpon bahwa nenekmu meninggal dunia gantung diri pakai celana dalam kamu. Dalam situasi seperti ini kamu wajib menahan tawa sampai si penelpon menutup teleponya.
kemudian Ketika menjadi komandan upacara di rektorat mendadak ikat pinggang inspekturnya patah dan celananya jatuh sampai terlihat jelas celana dalam yang dipakai berwarna pink bertuliskan hello kitty, maka kamu juga harus menahan laju tawamu.
Beda dengan kentut sebaiknya tidak usah dimenejeman, kentut seenaknya sendiri dan sembarangan sering dicemooh dan dianggap sudah gila bagi sebagian orang. Tetapi ini agak keliru karena kentut memang harus segera dibebaskan yang dilarang itu jika dimodifikasi.
Contohnya saat merasa akan kentut salah satu tanganya menelungkup membungkus pantat kemudian setelah selesai kentut tangan yang masih telungkup tadi degerakkan sedikit sampai menyentuh hidung orang lain atau paling tidak dekat mukanya. Reaksi alamiah sifat manusianya akan berlangsung jika orang tadi masih cukup waras. Bila ada efek pingsan orang itu dapat dipastikan sinetronnis dan sangat lebay banget.
Pokoknya kentut itu harus dilepaskan kapanpun dimanapun dalam keadaan apapun sebelum membawa dampak kesehatan serius.
Sebuah fakta dari dunia medis jika tidak bisa kentut maka perut atau anggota tubuh lainya akan disobek demi membebaskan kentut yang tertunda.
Apakah itu tidak ngeri?
Fakta kedua datang dari anak TPA 4 tahun di kota berinisial Gresik dengan nama M saya samarkan ratu cacing sekarang berstatus aktif di TK SM. Mulanya dia kebelet kentut tapi mau bilang sama
| korban cerita fiktif 2 |
Ketika semua sudah pulang dia ditanya gurunya “mengapa kamu tidak bilang kalau mau kebelakang” dia menjawab “ saya ngak niat eek kog buk, tadi saya Cuma nahan kentut supaya tidak batal , mungkin ini karena konsentrasi saya menahan kentut terlalu tinggi sampai tidak menyadari kalau ada ampas yang keluar .”
Kentut dan ketawa sama – sama sebuah pembebasan dari dalam diri kita. Jika kentut ingin bebas karena sudah pernah memasukkan tetapi ketawa ingin membebaskan karena menanggapi fenomena yang dirasakan indra. Tetapi kebebasan paling bebas sendiri adalah kegilaan itu.


hebat. . . . .:-)
BalasHapuskat...
BalasHapustriamakasih atas inspirasinya.
besok agar lebih banyak inspirasi lagi kamu gulung - gulung nk ngarep rektorat.
wah pencemaran nama baik ini, kamu bisa kena pasal 310 KUHP -_-
BalasHapusAPA!!!
BalasHapusAKU LHO MASIH TAKUT SAMA POLWAN.
KWKWKWKWKWKWKW
wah, mbk i'is pngen di pidana yah?!?
BalasHapuskamu ternyata setega itu padaku, padahal aku kan orang baik - baik.
BalasHapusmungkin sekarrang semua uratmu sudah mengalir pasal - pasal, sampai hati nuranimu karatan tertutup oleh pasal itu.
ckkckckckckck
miris.
Lhaiki
BalasHapus