Selasa, 20 Mei 2014

Generasi Cendol

Setiap waktu mempunyai masa, dan setiap masa mempunyai kenangan tersendiri akan jamanya. Ada yang melaluinya dengan penuh kemudahan, prestasi, kemakmuran, dan sukses. Tetapi ada pula yang melewati masanya tidak begitu mudah dan menyengsarakan. Bagi yang mudah akan cenderung membanggakan apa yang telah dilakukan, kemudian diceritakan kepada generasi – generasi dibawahnya supaya mengekor. Sedangkan bagi mendapatkan perjalanan dimasanya penuh perjuangan, tetap akan menceritakan bagaimana kesusahan – kesusahan itu berhasil dia lewati sampai akhirnya berada di masa sekarang. 

Semua sama – sama bercerita, pada muara akhir orang yang melewati masa lalu itu telah berhasil menunjukkan bahwa dirinya adalah hebat. Kalau yang satu hebat karena bisa mencapai prestasi, satunya hebat telah bisa melewati kerasnya kehidupan. Penularan dan penanaman akan terus dilakukan sampai generasi
muda sudah dianggap sangat tahu betul atau tertanam bahwa akan kehidupan masa lalunya. Pangkal ujungnya jika sudah dikenal oleh generasi setelahnya adalah keabadian diri. Mereka pada masa itu akan abadi dalam cerita - cerita di generasi baru. Kalau beruntung ini bisa mengubah kiblat generasi baru untuk dijadikan sebagai seorang figur. Secara otomatis akan dibanggakan, dihormati, dan disegani.

Terkadang semuanya tidak begitu saja berjalan sesuai keinginan dan harapan figur yang dihebatkan pada masanya itu. Generasi baru ini ternyata lebih lebih lembek, dan lunak tak ubahnya sebuah cendol. Mereka terbuai, tenggelam oleh suasana dan terbawa di tengah indahnya alunan cerita – cerita masa lalu para pendahulu. Sampai timbulah sebuah kepercayaan kepada media penghantar atau jalan yang sama bisa melakukan proses seperti mereka. Sialnya hal itu tidak mungkin terwujud melalui metode yang dulu. Sebagai alasan cukup sederhana yaitu alam dan waktunya sudah beda, semua ukuran hasil juga sudah naik bersamaan semakin bertambah usia waktu sendiri yang disepakati manusia. 

Tekat telah terlanjur mengaum untuk penyemangat supaya berhasil mencapai finish oleh generasi baru. Jalan yang semula dipandang mata sangat dekat faktanya pembohonngan besar. Apabila dipandang dari sisi atas banyak sekali tikungan, persimpangan sesat, dan terjal sepanjang jalan itu. Awalnya memang mulus dan tidak menampakkan kebengisan, sebelum mencapai titik tengah. Ibarat sebuah game labirin, sekali masuk kamu harus menyelesaikanya jika ingin keluar dan mendapat emas. Hanya saja disini kapanpun kamu boleh pergi meninggalkan alur permainan bila sudah tidak kuat, atau bosan dengan lebel pecundang. 

Rangkaian perjalanan dalam labirin ini adalah masa itu yang akan kamu ceritakan di generasi setelahmu. Semua tidak tahu tepatnya dimana, bisa jadi di tempat dirimu berpijak sekarang karena penggambaran jalan itu sendiri adalah waktu. Fungsinya dari pemanfaatan waktu yang dimiliki, nanti bisa untuk membuktikan dan meraih sebanyak mungkin permata ilmu yang bisa diambil. Itulah harta karun yang dimaksud, sebagai oleh –oleh kelak. Jadi bukan hanya sekedar cerita belaka tetapi sudah menelan pil ilmu kehidupan. 

Semuanya akan berubah ketika mental generasi yang masuk adalah naluri cendol. Ekspetasinya bukan lagi menjalani sebuah proses sebaik mungkin tetapi bagaimana menempuh jalan ke finish se instan mungkin. Ia tidak akan jauh pada hal – hal manis atau tepatnya kemudahan proses. Aspek isi serta kandungan tidak penting lagi asalkan dia melewati masa yang ditetapkan oleh pendahulunya. Sifat bunglon dan kemantapan diri tidak akan pernah ditemui lagi. Ia akan menjadi bunglon bagi dirinya sendiri. Ketika dinasehati tekatnya kuat, tetapi ketika berkumpul dengan orang – orang santai lakunya berubah menjadi manja. 

Jawaban dari semuanya adalah Istiqomah dan tumakninah yang wajib dipertanyakan kembali sebagai calon seorang tokoh cerita kepada generasi selanjutnya . Janganlah timbulkan kemaluan dan kehinaan diri dihadapan mereka. Pesan penting harus selalu dicamkan untuk generasi sekarang. Kepedulian dan keacuhanmu terhadap proses dimasamu turut mempengaruhi cerita pendahulumu. Entah akan tercoreng dengan kebusukanmu atau kau junjung bersama kisahmu.

2 komentar :

  1. "Janganlah timbulkan kemaluan dan kehinaan diri dihadapan mereka".. .. susah kak...!! generasi labil kui aku :P
    He... ayo diskusi bareng bahas buku bacaan po'o...

    BalasHapus
  2. hah, kata mas citra kemarin jika sudah tahu tetap melanggar kan dosa.

    ayo, nk diskusi lumpukno arek - arek sik ae

    BalasHapus