”Wahai manusia sombongkanlah dirimu karena aku akan menenggelamkanmu pada dosamu itu sendiri.”awan itu berteriak keras kepada sekumpulan pemuda yang akan shalat berjamaah. Semuanya sia-sia saja biar awan itu meneriakinya seribu kalipun. karena suara itu tak ubahnya hembusan angin tanpa gelombang.
Dilain sisi anjing-anjing itu terus menggonggong meneriakkan keadilan, kesetaraan, dan menagih janji-janji kemakmuran. ”ayo semua saudara-saudara sekalian kita lakukan reformasi
pada negeri ini, kita sudah lelah akan drama media tentang racun korupsi dan janji busuk partai politik.” Suara itu terus menggema di udara sampai terdengar oleh sang awan.
Perlahan tapi pasti awan putih itu mendekat dan melihat sumber suara tadi. Bukan main, awan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sehingga dia meleburkan dirinya menjadi udara agar bisa masuk dalam jiwa setiap diri aktivis yang menggonggong.
Byarr... diapun melebur. Peleburan itu berlangsung singkat ,setengah jam kemudian iapun menyatu kembali. Sungguh aneh benar kerumunan ini suara mereka sekeras anjing, bila mengaum seperti singa tetapi ada peranakan tikus muda pada hatinya. Teriakan mereka sampai matipun tidak bisa mengubah wajah negeri ini, karena bila dia dipinang untuk berkuasa akan berevolusi menjadi tikus besar.
Tidak tahukah dirimu, kalau tikus besar selokan yang dianggap jijik itu tidak punya pemangsa. Kucingpun tidak sudi memangsa dirinya. Tetapi masih ada ular yang sanggup menelanya. Awan itu pun semakin bingung memikirkan persoalan ini.
Bukankah ular lebih memilih ayam tidak berdosa yang dagingnya empuk. Hanya karena keterpaksaan saja dia mau menelan, tidak ada ketulusan dari kodratnya sebagai ular.
“Bingung aku makin bingung sekarang” kata awan itu. Baru sehari menjadi awan dia diperlihatkan oleh ketidak jujuran ini. Drrrr......... tiba-tiba awan besar mendesaknya sampai ia bergesar. Tanpa sengaja dia melintas pada gedung-gedung mewah kantor pemerintah. “Hihhhihiii...” inilah tempat tikus besar itu. Mewah dan megah betul habitat tikus besar ini. Seandainya aku menjadi bagian dari mereka pastilah enak hidupku ini. Aku mungkin bisa tidur di hotel bintang lima, jalan-jalan keluar negeri, menikmati tubuh gadis-gadis cantik dan dipuja oleh lainya karena wibawaku.
Awan itu terus menggeser perlahan-lahan tanpa sengaja pergeseranya membuat dirinya tertidur lalu bermimpi. Ini adalah mimpimu awan! Aku adalah dirimu, aku akan mengajari dirimu melalui diriku. Dengarkanlah baik-baik. Pertama kita akan memasuki mimpi jaman dulu sebelum dirimu terlahir ke dunia.
Ini adalah kita. Diceritakan pada sebuah majalah ”Kuncup” waktu itu. Kita bersaing dengan awan besar untuk menjatuhkan monyet diatas pohon. Awalnya ini kita berdebat dengan awan besar mengenai siapa yang lebih kuat antara kesadaran dan ketidaksadaran. Setelah perdebatan panjang tanpa ada akhir maka pembuktianlah jalanya dengan kompetisi itu.
Lihat sekarang, perhatikan baik-baik! Awan besar meniupkan angin secara kencang tapi kera itu semakin erat berpegangan pada pohon. Ketakutan dan kewaspadaan kera itu membuatnya tetap bertahan tanpa bisa dijatuhkan. Awan besar menyerah dan meragukan kemampuan kita. “Jika yang besar dan kuat saja tidak bisa mana mungkin dirimu bisa hahahahha” itulah kata awan besar.
Dirimu perlahan tapi pasti mendekati kera itu, kau meniupkan angin sepoi-sepoi nan sejuk. Lalu beberapa saat kemudian terlelaplah sang kera. Dia bermimpi indah, semuanya tidak ada yang diperjuangkan lagi karena sekarang sudah merdeka tidak ada ancaman. Inilah hidup sebenarnya katakan saja tinggal menjalani seperti menunggu waktu ketika alam memberikan buahnya, seperti menenti kenikmatan masa kawin, atau menginginkan ketetapan surga pada dirinya ketika mati. Kemudia mimpi sang kera mencapai ititik terdalam, kaupun menghembuskan angin kencang, kera itu terbangun lalu terjatuh. Sebenarnya dia tidak jatuh karena kencangnya hembusan anginmu, melainkan kekagetan dia menghadapi keadaan sebenarnya di alam nyata.
Jussss.........jusss.......
Sekarang kita dalam mimpi pencerahan. Itulah yang terjadi pada negeri 33 provinsi dengan bertenggernya hewan legenda sebagai lambang keagunganya saat ini. Biarkan hanya orang buta karena menutup dirinya dari keadaaan yang disucikan oleh Tuhan. Jangan kau gusarkan dirimu dengan fenomena, kau tidak tahu kalau sebagian dari mereka ada yang tidak pernah tidur. Dia tahu tapi suaranya tidak ada yang mau mendengar.
maka dari itu kamu terbangunlahhhh..
......... xixixixixixixixxixixixixi
setuju mas bro,bergeraak,hehe
BalasHapus