Selasa, 08 Oktober 2013

DEMONSTRASI

Senin, 07 oktober 2013


Kurang lebih masih pukul 10.00 wib dari dekat kopma terdengar keramaian suara yang keluar dari toa dibawa oleh beberapa orang mahasiswa. Katanya demo ingin menyampaikan aspirasi, dan munkin sejarah awal demo di Indonesi itu sendiri terinspirasi dari gerakan mahasiswa tahun 1998. Tuntutan penurunan UKT ( Uang Kuliah Tunggal ) mereka suarakan disertai umpatan - umpatan terlontar ditengah orasinya kepada orang - orang yang menempati gedung paling tinggi di kampus trunojoyo itu.


Saya berfikir bahwa suara mereka tidak akan pernah didengar walaupun memakai 1000 toa sekalipun.  Sepengetahuan saya saat masih ospek jika ingin merevisi UKT melalui prosedur dan tata urutan yang jelas. Berbeda lagi konteksnya jika demo dengan tuntutan menyegerakan penurunan dan pencairan bidik misi. Ini sudah jelas bagi orang - orang penerima ini sudah pada kelaparan, banyak hutang karena sudah tiga bulan nunggak.


Ajang demokrasi kurang etis dan tidak tepat jika dibumbui kekerasan seperti pengrusakan, anarkis, tawuran, dsb. Seorang akademisise harusnya berfikir secara empiris dan tidak grudak - gruduk. Dari pada ikut demo yang kita tidak begitu jelas substansi bagaimana aspirasinya mending baca buku tentang Karl Max walaupun sangat sulit dimengerti yang penting pokoknya baca.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar