Dr. Zainal Abidin M.Si
Manusia hanya akan menjadi sekumpulan massa yang anonim tidak ada yang namanya individu. Individu tinggal sebutan ketika manusia dipisahkan dari kelompoknya. Memang benar kita makhluk sosial bukan berarti segala-galanya adalah milik bersama, sesuai pandangan bersama, dan berjalan bersama dengan ideologi kebersamaan pula.
Eksistensialisme hadir dari hasil pemikiran para filsuf-filsuf . yang paling berpengaruh diantaranya Kierkegaar, & Nietsche. Dalam pemikiran mereka “aku” (manusia) harus menjadi “aku” (manusia) seutuhnya dengan kata lain eksistensialisme kebenaran itu terletak pada “aku” bukan yang lainya.
Kierkegaar pernah membuat suatu pertanyaan dalam filsafatnya ”Bagaimana caranya aku bisa menjadi seorang individu atau bagaimana caranya aku bisa menjadi seorang individu yang autentik? Setelah melakukan pemikiran cukup panjang dan lama akhirnya ia bisa menemukan jawabanya “Bahwa “aku” (manusia) bisa menjadi individu yang autentikjika memiliki gairah (passion) keterlibatan dan komitmen pribadi dalam kehidupan. Tanpa memiliki hal-hal itu “aku” (manusia) hanya akan menjadi “aku” (manusia) yang tidak autentik, menjadi manusia massa, gerombolan manusia anonim.
Jangan pernah berfikir ketika manusia telah merasa menjadi dirinya sendiri itu sudah pada tahap kebenaran, inilah yang menimbulkan kelainan karena eksistensialisme tidak menjadikan seseorang menjadi diri sendiri lalu lupa orang lain melainkan menemukan sebagai apa kita dimasyarakat atau mengada ditengah masyarakat. Jika yang terjadi tidak demikian itu adalah kelainan pada individu yang akhirnya muncul dari dalam dirinya sebuah delusi-delusi akibatn.ya ia harus melalui proses pemulihan jiwanya.
Penyembuhan penyakit jiwa dalam konteks ini oleh para psikatri, psikoanalisis, atau pakar psikologi lainya kebanyakan menemui jalan buntu. Perlu diketehui bahwa Kierkegaar dulunya seorang psikoanalisis. Tetapi mereka mencoba menawarkan psikologi eksistensialismeindividu. Lalu mencoba menata kembali kepribadian pasien dan membantu menemukan dirinya kembali sampai pulih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar